Apakah Anda pernah mendadak merasa berdebar-debar, pusing melayang, tegang pada otot leher belakang kepala, dan terkadang terasa seperti tercekik?
Gangguan panik adalah suatu kecemasan yang ditandai dengan serangan panik berulang yang bersifat mendadak (tidak terduga) sebagai akibat persepsi irasional yang intens atau berlebihan. Penderita seakan terperangkap pada suatu keadaan berbahaya yang luar biasa. Keadaan tersebut menyebabkan ketakutan dan ketidaknyamanan.
Gejala panik dan faktor-faktor yang dapat muncul akibat panik :
Penderita seakan terperangkap pada bahaya yang luar biasa, padahal dalam kenyatannya, bahaya itu tidak ada. Kondisi tersebut menyebabkan ketakutan dan ketidaknyamanan. Penderita akan cenderung menghindari situasi-situasi di mana gejala panik dapat muncul.
Rasa panik dapat muncul sebagai akibat dari :
1. Proses pembelajaran perilaku masa kanak
2. Pengaruh kepribadian perfeksionis
3. Kehidupan yang stres, kehilangan figur yang disayangi (contoh: pasangan, orangtua, dll)
4. Pengalamana masa kecil yang mendapat perlakuan orangtua yang cenderung menuntut, temperamental, mengkritik, terlalu mengatur.
Keadaan-keadaan tersebut kemudian mencetuskan kemarahan dalam bentuk kelemahan fisik, muncul dalam gejala panik.
Gejala panik dapat berbentuk rasa ingin pingsan, takut mati, takut keramaian, berdebar, sesak, ingin buang air kecil atau air besar, pening atau sakit kepala, kebingungan, sulit berkonsentrasi, banyak berkeringat, sulit bicara, sulit beraktifitas, gugup, gemetar, mual dan muntah,nyeri di bagian dada, sulit menelan, mulut terasa kering, lemas, depresi.
Beberapa cara yang dapat menangani panik, antara lain:
1. Mengalihkan perhatian, dengan menghentikan pikiran negatif ketika hal tersebut muncul dan mengalihkannya pada hal-hal yang lebih berguna.
2. Kurangi aktivitas yang dapat menimbulkan terasa panik Anda muncul.
3. Latihan untuk mengelola pernafasan ketika serangan panik muncul kembali.
4. Belajar menghadapi sedikit demi sedikit kejadian-kejadian yang dapat membuat Anda merasa panik. Jangan menghindarinya terus menerus.
5. Lemaskan ketegangan otot dan pikiran dengan melakukan meditasi, relaksasi, dan sebagainya.
6. Menerima diri apa adanya.
7. Melepaskan ketegangan pikiran ke dalam suatu catatan (diary).
8. Membina hubungan pertemanan dan berkomunikasi yang baik dengan keluarga dan sesama mengenai hal-hal yang tidak nyaman.
9. Mencari bantuan kepada dokter, psikiater,untuk memperoleh solusi dari ketidaknyamanan yang dialami
Semoga bermanfaat...
Friday, August 21, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment