Monday, August 24, 2009

Cegah Bau Mulut Saat Berpuasa

BAU mulut menjadi problem yang biasa dialami saat puasa.Jangan sampai problem ini mengganggu puasa dan aktivitas Anda .Nah,bagaimana cara mengatasinya? Bulan puasa telah tiba.Anda pun sudah bersiap-siap menjalankan dengan khusyuk.

Namun,bagaimana dengan bau mulut yang selalu menghampiri saat puasa? Inilah yang membuat Anda merasa tak percaya diri,apalagi bila harus berkomunikasi dengan banyak orang. Mungkin tidak aneh lagi bagi kita untuk merasakan sesuatu yang tidak sedap menghampiri mulut saat kita sedang menjalani kewajiban berpuasa selama 14 jam.

Beberapa pertanyaan pun muncul, mengapa bau tak sedap pada mulut, menyerang saat kita berpuasa? Gigi putih bersih, senyum menawan, serta napas segar adalah dambaan sebagian masyarakat modern dewasa ini. Namun, apabila bau mulut atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah halitosis terjadi, bisa-bisa menjadi masalah tersendiri dan membuat seseorang merasa kurang percaya diri.

Mulut merupakan gerbang masuknya makanan menuju tubuh dan menjadi gerbang keluarnya udara dari dalam tubuh, di samping memiliki fungsi yang sangat aktif dalam bersosialisasi seharihari. Setiap hari kita tersenyum, tertawa,dan berbicara dengan melibatkan organ ini; dan saat berpuasa, keterlibatannya pun tidak kalah penting.

Dokter gigi dari Dharmawangsa 8 Dental Care, drg Aditya Pribadi SpOrtho, menjelaskan bahwa apabila dikaitkan dengan puasa, penyebab utama bau mulut karena lambung yang kosong dalam waktu yang lama dapat merangsang timbulnya aroma yang kurang sedap, yang kemudian keluarkan melalui rongga mulut.

Selain itu,berkurangnya produksi air liur (saliva) karena berkurangnya rangsangan makanan yang masuk.

"Saat saliva berkurang,bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncul bau mulut,"ujarnya. Bau mulut saat puasa merupakan keluhan yang normal dijumpai. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak bisa kita hindari. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga agar mulut kita tetap bersih dan napas terasa segar selama berpuasa.

Berdasarkan data yang disebutkan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI),pada dasarnya bau mulut disebabkan tiga faktor utama. Faktor pertama yaitu dari dalam mulut.Faktor di dalam mulut sendiri karena ada gigi berlubang, banyak pelak atau karang gigi, serta gigi rusak bahkan sampai menjadikan gigi busuk karena dibiarkan atau tidak dirawat.

Faktor kedua datang dari luar mulut.Faktor dari luar mulut,tetapi masih dari saluran napas atau cerna, atau penyakit umum lainnya. Peradangan atau penyakit pada bagian-bagian ini menyebabkan hal serupa seperti pada faktor yang pertama.Sebagai contoh,penyakit tuberkulosis (TBC paru) menyebabkan bau mulut agak amis, diabetes menyebabkan bau mulut seperti aceton (cairan pembersih cat kuku) Faktor ketiga adalah konsumsi makanan dan minuman yang bisa meninggalkan bau setelah beberapa jam mengonsumsinya,misalnya petai, kopi, atau minuman keras.

Penelitian menunjukkan 85-90% penyebab bau mulut disebabkan adanya kelainan rongga mulut, baik karies gigi maupun infeksi jaringan penyangga gigi. Selain itu, sisa makanan yang tertinggal di mulut dapat menyebabkan bau mulut. Ada ratusan spesies bakteri tinggal di mulut kita,dan sebagian besar dari mereka mencerna protein sehingga menghasilkan senyawa yang mengandung belerang yang mudah menguap dan menimbulkan bau mulut.

Aditya menyarankan selama bulan puasa memberikan perhatian ekstra dengan menyikat gigi dua kali sehari pada waktu yang tepat, yakni setelah makan sahur dan malam sebelum tidur.Hindari tidur setelah makan sahur dengan kondisi gigi dan mulut yang masih ada sisa makanan,dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang beraroma tajam.

"Selain itu, ada baiknya juga untuk memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi sebelum memasuki bulan suci Ramadan," saran Aditya. Brand Manager Pepsodent PT Unilever Indonesia Amalia Sarah Santi mengatakan, sosialisasi dan edukasi mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa sangat diperlukan.

Hal ini untuk mengenali dan menemukan solusi tepat untuk kebutuhan kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa. "Dengan solusi yang tepat, menjalankan ibadah puasa pun akan lebih terasa nyaman," ujarnya.(DS.com)

Inilah Manfaat Rutinitas Senggama

SENGGAMA merupakan aktivitas seksual menggairahkan bagi setiap pasangan. Namun, tak sedikit dari mereka yang belum mengetahui manfaat dasar dari hubungan seksual.

Prinsip dasar hubungan seksual tidak sekadar mengejar kenikmatan serta orgasme semata. Di sisi lain, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari hubungan intim dengan pasangan.

Apa saja manfaat tersebut?

Menumbuhkan rasa percaya diri

Saat beraksi di ranjang, pria umumnya memiliki rasa percaya diri lebih besar dibandingkan wanita. Ini disebabkan oleh keyakinan bahwa Mr P-nya dapat memuaskan pasangan.

Ternyata, percaya diri merupakan komponen terpenting ketika akan melakukan hubungan intim. Bila tidak, seks yang seharusnya dilakukan dengan berbagai macam sensasi, akan terasa hambar.

Banyak cara yang dilakukan pria untuk membuat performa Mr P di ranjang semakin hebat dari hari ke hari. Pengetahuan seputar seksualitas pun dicari lewat buku seputar seksualitas, ataupun dengan menonton film porno.

Nah, jika Anda juga ingin membuat pasangan merasa begitu seksi di hadapan Anda, perlakukan dia secara agresif. Konon, wanita paling senang melihat pasangannya bersikap agresif tiap kali memberikan rangsangan seksual.

Dengan begitu, pasangan Anda akan merasa bahwa tubuhnya memang begitu menggoda serta seksi. Rasa percaya dirinya pun akan semakin besar ketika bercinta.

Membuat tubuh sehat dan bugar

Ingin tubuh senantiasa bugar? Bercintalah dengan pasangan Anda secara rutin. Dipercaya pasangan yang rajin melakukan aktivitas seksual, tubuhnya pun terlihat jauh lebih sehat dibanding mereka yang jarang bercinta.

Mencoba beragam variasi gaya bercinta bisa membuat Anda semakin hebat di ranjang. Pasangan pun akan semakin lihai membalas setiap cumbuan serta aksi 'jelajah' Mr P Anda.

Membuat awet muda

Bercinta dengan jadwal tetap, terbukti ampuh dapat membentuk tubuh. Selain itu juga membuat Anda selalu tampak awet muda. Berhubungan intim dapat menambah produksi endorphin dalam tubuh, membuat rambut semakin berkilau, dan melembutkan kulit. Produksi hormon estrogen dan testosteron ekstra juga akan membuat tulang serta otot lebih kuat serta sehat.(DS.com)

Friday, August 21, 2009

Khasiat Jahe

Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di negara kita. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. Rimpangnya sangat luas dipakai, antara lain sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biscuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga digunakan dalam industri obat, minyak wangi dan jamu tradisional. Jahe muda dimakan sebagai lalaban, diolah menjadi asinan dan acar. Disamping itu, karene dapat memberi efek rasa panas dalam perut, maka jahe juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek, sekoteng dan sirup.
Penelitian modern telah membuktikan secara ilmiah berbagai manfaat jahe, antara lain :
• Menurunkan tekanan darah. Hal ini karena jahe merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar dan memperingan kerja jantung memompa darah.
• Membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan lipase, yang masing-masing mencerna protein dan lemak..
• Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol juga diduga membantu menurunkan kadar kolesterol.
• Mencegah mual, karena jahe mampu memblok serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual. Termasuk mual akibat mabok perjalanan.
• Membuat lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin.
• Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.
(dari berbagai Sumber)

504 jenis ketakutan (phobia)

BERBAGAI JENIS KETAKUTAN (PHOBIA)

Mungkin salah satu dari Anda belum tahu jenis-jenis Ketakutan (Phobia). Di bawah ini adalah jenis-jenis Ketakutan (Phobia). Nah, termasuk yang manakah Anda???

1. Takut Air - Hydrophobia
2. Takut Agama - Theologicophobia
3. Takut Alat Kelamin - Kolpophobia
4. Takut Aliran Udara - Aerophobia
5. Takut Alkohol - Methyphobia
6. Takut Alkohol - Potophobia
7. Takut Amnesia - Amnesiphobia
8. Takut Anggur - Oenophobia
9. Takut Angin - Ancraophobia
10. Takut Angka - Arithmophobia
11. Takut Angka 13 - Triskaidekaphobia
12. Takut Angka 8 - Octophobia
13. Takut a n j i n g - Cynophobia
14. Takut a n j i n g Laut - Lutraphobia
15. Takut Anus - Rectophobia
16. Takut Api - Arsonphobia
17. Takut Api - Pyrophobia
18. Takut Awan - Nephophobia
19. Takut Ayam - Alektorophobia
20. Takut Ayan - Hylephobia
21. Takut Badut - Coulrophobia
22. Takut Bahan Kimia - Chemophobia
23. Takut Bangunan Tinggi - Batophobia
24. Takut Banjir - Antlophobia
25. Takut Bapak Tiri - Vitricophobia
26. Takut Batu Nisan - Placophobia
27. Takut Bau Badan - Bromidrosiphobia
28. Takut Bau Bauan - Olfactophobia
29. Takut Bau Busuk - Autodysomophobia
30. Takut Bawa Mobil - Amaxophobia
31. Takut Bawang Putih - Alliumphobia
32. Takut Bayangan - Sciaphobia
33. Takut Bebas - Eleutherophobia
34. Takut Belanda - Dutchphobia
35. Takut Benang - Linonophobia
36. Takut Benda di Sebelah Kanan - Dextrophobia
37. Takut Benda di Sebelah Kiri - Levophobia
38. Takut Berantakan - Ataxophobia
39. Takut Berbicara - Laliophobia
40. Takut Bercinta - Malaxophobia
41. Takut Bercinta - Sarmassophobia
42. Takut Berdosa - Hamartophobia
43. Takut Berfikir - Phronemophobia
44. Takut Berita Baik - Euphobia
45. Takut Berjalan - Stasibasiphobia
46. Takut Berjanji - Enissophobia
47. Takut Berkhotbah - Homilophobia
48. Takut Berlarut - Apeirophobia
49. Takut Bersenggama - Coitophobia
50. Takut Bertanggung Jawab - Hypegiaphobia
51. Takut Binatang - Zoophobia
52. Takut Binatang Liar - Agrizoophobia
53. Takut Binatang Melata - Herpetophobia
54. Takut Bintang - Astrophobia
55. Takut Bintang - Siderophobia
56. Takut Bintang Berekor - Cometophobia
57. Takut Bom Atom - Atomosophobia
58. Takut Boneka - Pediophobia
59. Takut Boneka Bersuara Perut - Automatonophobia
60. Takut Bosan - Xerophobia
61. Takut Botak - Phalacrophobia
62. Takut Buang Air Besar - Rhypophobia
63. Takut Buku - Bibliophobia
64. Takut Bulan - Selenophobia
65. Takut Bulu Ayam - Pteronophobia
66. Takut Bunga - Anthophobia
67. Takut Bunga Es - Pagophobia
68. Takut Bungkuk - Kyphophobia
69. Takut Burung - Ornithophobia
70. Takut Buta - Scotomaphobia
71. Takut Cabut Gigi - Odontophobia
72. Takut Cacing - Helminthophobia
73. Takut Cacing - Scoleciphobia
74. Takut Cacing Pita - Taeniophobia
75. Takut Cacing Pita Babi - Trichinophobia
76. Takut Cahaya - Photophobia
77. Takut Cahaya dari Utara - Auroraphobia
78. Takut Caplak - Phthiriophobia
79. Takut Cemburu - Zelophobia
80. Takut Cermin - Catoptrophobia
81. Takut Cina - Sinophobia
82. Takut Corak Baru - Cainophobia
83. Takut Daerah Perbatasan - Claustrophobia
84. Takut Daging - Carnophobia
85. Takut Dagu - Geniophobia
86. Takut Danau - Limnophobia
87. Takut Darah - Hemaphobia
88. Takut Debu - Amathophobia
89. Takut Debu - Koniophobia
90. Takut Demam - Febriphobia
91. Takut Demam - Fibriophobia
92. Takut Demo - Daemonophobia
93. Takut dengan Seks - Erotophobia
94. Takut Dewa - Zeusophobia
95. Takut Di dalam Rumah - Oikophobia
96. Takut di Ejek - Katagelophobia
97. Takut di Hipnotis - Hynophobia
98. Takut Di pandang - Opthalmophobia
99. Takut Diabaikan - Athazagoraphobia
100. Takut Dibatasi - Merinthophobia
101. Takut Dibenci - Melophobia
102. Takut Dicekik - Pnigophobia
103. Takut Dicuri - Cleptophobia
104. Takut Dihukum - Mastigophobia
105. Takut Dihukum Berat - Rhabdophobia
106. Takut Dikubur Sendirian - Taphephobia
107. Takut Diluar Ruangan - Spacephobia
108. Takut Dingin - Cheimaphobia
109. Takut Dingin - Psychrophobia
110. Takut Dinilai Negatif - Socialphobia
111. Takut Diracun - Toxicophobia
112. Takut Dirampok - Harpaxophobia
113. Takut Disentuh - Aphenphosmphobia
114. Takut Disentuh - Chiraptophobia
115. Takut Disentuh - Haphephobia
116. Takut Disuntik - Trypanophobia
117. Takut Ditatap - Scopophobia
118. Takut Ditertawakan - Catagelophobia
119. Takut Ditinggal Sendiri - Eremophobia
120. Takut Dokter Gigi - Dentophobia
121. Takut Dubur - Proctophobia
122. Takut Duduk - Cathisophobia
123. Takut Duduk - Taasophobia
124. Takut Duduk di Bawah - Kathisophobia
125. Takut Emas - Aurophobia
126. Takut Es Batu - Cryophobia
127. Takut Fenomena Kosmis - Kosmikophobia
128. Takut Filosofi - Philosophobia
129. Takut Gagal - Atychiphobia
130. Takut Gagap - Psellismophobia
131. Takut Gatal - Acarophobia
132. Takut Gatal - Pellagrophobia
133. Takut Gedung Pertunjukan - Theatrophobia
134. Takut Gelap - Achluophobia
135. Takut Gelap - Lygophobia
136. Takut Gelas - Hyelophobia
137. Takut Gelombang - Kymophobia
138. Takut Gembira - Cherophobia
139. Takut Gerakan - Kinetophobia
140. Takut Gereja - Ecclesiophobia
141. Takut Getaran - Tremophobia
142. Takut Gravitasi - Barophobia
143. Takut Guntur - Ceraunophobia
144. Takut Halloween - Samhainophobia
145. Takut Hamil - Tocophobia
146. Takut Hantu - Bogyphobia
147. Takut Hantu - Phasmophobia
148. Takut Hantu - Spectrophobia
149. Takut Hujan - Ombrophobia
150. Takut Hujan - Pluviophobia
151. Takut Hukum - Dikephobia
152. Takut Hukuman - Poinephobia
153. Takut Hutan - Hylophobia
154. Takut Hutan - Xylophobia
155. Takut Hutan di Malam Hari - Nyctophobia
156. Takut Ibu Tiri - Novercaphobia
157. Takut Ide - Ideophobia
158. Takut Ide Baru - Cenophobia
159. Takut Ikan - Ichthyophobia
160. Takut Inggris - Anglophobia
161. Takut Insektisida - Entomophobia
162. Takut Istilah Latin - Hellenologophobia
163. Takut Jadi Gila - Lysssophobia
164. Takut Jadi Homoseks - Homophobia
165. Takut Jahudi - Judeophobia
166. Takut Jalan - Ambulophobia,
167. Takut Jamur - Mycophobia
168. Takut Jarum - Aichmophobia
169. Takut Jatuh - Basiphobia
170. Takut Jatuh Cinta - Philophobia
171. Takut Jelek - Cacophobia
172. Takut Jembatan Penyeberangan - Gephydrophobia
173. Takut Jenggot - Pogonophobia
174. Takut Jenis Kelamin Berbeda - Heterophobia
175. Takut Jepang - Japanophobia
176. Takut Jerman - Germanophobia
177. Takut Jerman - Teutophobia
178. Takut Jomblo - Anuptaphobia
179. Takut Jum’at ke 13 - Paraskavedekatriaphobia
180. Takut Kabut - Homichlophobia
181. Takut Kacang - Arachibutyrophobia
182. Takut Kaget - Hormephobia
183. Takut Kain Lap - Vestiphobia
184. Takut Kain Satin - Satanophobia
185. Takut Kalah - Kakorrhaphiophobia
186. Takut Kanker - Carcinophobia
187. Takut Kanker - Cancerophobia
188. Takut Kata Kata - Logophobia
189. Takut Kata Kata - Verbophobia
190. Takut Kata Panjang - Hippopotomonstroses quippedaliophobia
191. Takut Kata yang Panjang - Sesquipedalophobia
192. Takut Katak - Ranidaphobia
193. Takut Kaya - Plutophobia
194. Takut Ke Sekolah - Didaskaleinophobia
195. Takut Kecelakaan - Dystychiphobia
196. Takut Kedalaman - Bathophobia
197. Takut Kedokter - Iatrophobia
198. Takut Kegelapan - Myctophobia
199. Takut Kegelapan - Scotophobia
200. Takut Kejatuhan Benda - Atephobia
201. Takut Kekacauan - Demophobia
202. Takut Kelahiran - Parturiphobia
203. Takut Kelainan Bentuk - Dysmorphophobia
204. Takut Kelamin Wanita - Eurotophobia
205. Takut Kemajuan - Prosophobia
206. Takut Kembali ke Rumah - Nostophobia
207. Takut Kembung - Anginophobia
208. Takut Kencing - Urophobia
209. Takut Keramaian - Agoraphobia
210. Takut Kerang-Kerangan - Ostraconophobia
211. Takut Kereta Api - Diderodromophobia
212. Takut Keriput - Rhytiphobia
213. Takut Kerja Berlebihan - Ponophobia
214. Takut Kertas - Papyrophobia
215. Takut Kesakitan - Agliophobia
216. Takut Ketinggian - Altophobia
217. Takut Ketinggian - Hypsiphobia
218. Takut Ketularan - Tapinophobia
219. Takut Keturunan - Patroiophobia
220. Takut Kezaliman - Tyrannophobia
221. Takut Kilat - Brontophobia
222. Takut Kodok - Bufonophobia
223. Takut Komputer - Cyberphobia
224. Takut Komputer - Logizomechanophobia
225. Takut Kotor - Automysophobia
226. Takut Kotoran - Myxophobia
227. Takut Kriminal - Peccatophobia
228. Takut Kristal - Crystallophobia
229. Takut Kuburan - Coimetrophobia
230. Takut Kucing - Ailurophobia
231. Takut Kucing - Elurophobia
232. Takut Kucing - Felinophobia
233. Takut Kuda - Equinophobia
234. Takut Kuda - Hippophobia
235. Takut Kulit Binatang - Doraphobia
236. Takut Kuman - Spermatophobia
237. Takut Kunci - Chronomentrophobia
238. Takut Kutu - Pediculophobia
239. Takut Laba Laba - Arachnophobia
240. Takut Laki Laki - Androphobia
241. Takut Laki Laki - Arrhenophobia
242. Takut Lampu Sorot - Selaphobia
243. Takut Laut - Thalassophobia
244. Takut Lawan Jenis - Sexophobia
245. Takut Lebah - Apiphobia
246. Takut Lecet - Amychophobia
247. Takut Lelah - Kopophobia
248. Takut Lembab - Hygrophobia
249. Takut Lengket di Langit Mulut - Arachibutyrophobia
250. Takut Listrik - Enochlophobia
251. Takut Logam - Metallophobia
252. Takut Lompat - Catapedaphobia
253. Takut Luka - Dematophobia
254. Takut Luka - Traumatophobia
255. Takut Lumpuh - Poliosophobia
256. Takut Lumpur - Blennophobia
257. Takut Lutut - Genuphobia
258. Takut Mabuk Udara - Aeronausiphobia
259. Takut Makan - Phagophobia
260. Takut Makan - Sitiophobia
261. Takut Makanan - Cibophobia
262. Takut Makanan - Sitophobia
263. Takut Mal Praktek - Ergasiophobia
264. Takut Malam - Noctiphobia
265. Takut Maling - Scelerophobia
266. Takut Mandek - Ankylophobia
267. Takut Mandi - Ablutophobia
268. Takut Marah - Angrophobia
269. Takut Masak - Mageirocophobia
270. Takut Mata Kabur - Diplophobia
271. Takut Mata Mata - Ommatophobia
272. Takut Matahari - Heliophobia
273. Takut Matahari - Phengophobia
274. Takut Mati - Necrophobia
275. Takut Mati - Thantophobia
276. Takut Melahirkan - Lockiophobia
277. Takut Melahirkan - Maieusiophobia
278. Takut Melarat - Peniaphobi
279. Takut Melihat Massa - Ochlophobia
280. Takut Membelakangi - Dishabiliophobia
281. Takut Membuat Keputusan - Decidophobia
282. Takut Membuat Perubahan - Tropophobia
283. Takut Membuka Satu Mata - Optophobia
284. Takut Membusuk - Seplophobia
285. Takut Menari - Chorophobia
286. Takut Mencium - Philemaphobia
287. Takut Mendengar Kata Tertentu - Onomatophobia
288. Takut Menderita - Panthophobia
289. Takut Menganggur - Domatophobia
290. Takut Mengingat - Mnemophobia
291. Takut Menikah - Gamophobia
292. Takut Menjadi Sakit - Nosemaphobia
293. Takut Menstruasi - Monophobia
294. Takut Menua - Gerascophobia
295. Takut Menulis di Papan - Scriptophobia
296. Takut Menunggu Lama - Macrophobia
297. Takut Menyeberang - Agyrophobia
298. Takut Menyeberang Jalan - Dromophobia
299. Takut Merasa Nyaman - Hedonophobia
300. Takut Mertua - Pentheraphobia
301. Takut Mertua - Soceraphobia
302. Takut Mesin - Mechanophobia
303. Takut Meteor - Meterorophobia
304. Takut Mikroba - Bacillophobia
305. Takut Mikroba - Microbiophobia
306. Takut Milik - Orthophobia
307. Takut Mimisan - Epistaxiophobia
308. Takut Mimpi - Oneirophobia
309. Takut Mimpi Basah - Oneirogmophobia
310. Takut Minum Obat - Pharmacophobia
311. Takut Minuman - Dipsophobia
312. Takut Mitos - Mythophobia
313. Takut Mobil - Motorphobia
314. Takut Monster - Teratophobia
315. Takut Mukanya Merah - Ereuthophobia
316. Takut Mulut Kejang - Tetanophobia
317. Takut Muntahan - Emetophobia
318. Takut Naik Mobil - Ochophobia
319. Takut Naik Pesawat - Aerophobia
320. Takut Naik Pesawat - Aviophobia
321. Takut Nama Nama - Namatophobia
322. Takut Neraka - Hadephobia
323. Takut Neraka - Stigiophobia
324. Takut Ngaca - Eisoptrophobia
325. Takut Ngaceng - Ithypallophobia
326. Takut Ngebut - Tachophobia
327. Takut Ngengat - Mottophobia
328. Takut Noda - Rupophobia
329. Takut Nomer - Numerophobia
330. Takut Nyeri - Algophobia
331. Takut Nyeri - Odynephobia
332. Takut Obat Baru - Neopharmaphobia
333. Takut Ombak - Cymophobia
334. Takut Operasi - Tomophobia
335. Takut Orang Asing - Xenophobia
336. Takut Orang Asing - Xenophobia
337. Takut Orang Botak - Peladophobia
338. Takut Orang Buntung - Apotemnophobia
339. Takut Orang Suci - Hagiophobia
340. Takut Otot Gerak Sendiri - Ataxiophobia
341. Takut Panas - Thermophobia
342. Takut Parasit - Parasitophobia
343. Takut Paus - Papaphobia
344. Takut Pelecehan Seksual - Agraphobia
345. Takut Pelecehan Seksual - Contreltophobia
346. Takut Peluru - Ballistophobia
347. Takut Pembicaraan Dinner - Deipnophobia
348. Takut Pemerkosa - Virginitiphobia
349. Takut Pendapat - Allodoxaphobia
350. Takut ******* - Hierophobia
351. Takut Pengemis - Hobophobia
352. Takut Pengetahuan - Epistemphobia
353. Takut Pengetahuan - Gnosiophobia
354. Takut penis - Phallophobia
355. Takut penis Berdiri - Medorthophobia
356. Takut penis Loyo - Medomalacuphobia
357. Takut Penyakit - Pathophobia
358. Takut Penyimpangan Seks - Paraphobia
359. Takut Peralatan Listrik - Electrophobia
360. Takut Perancis - Francophobia
361. Takut Perjalanan - Hodophobia
362. Takut Perkara Hukum - Liticaphobia
363. Takut Perubahan - Metathesiophobia
364. Takut Petir - Astrapophobia
365. Takut Pikiran - Psychophobia
366. Takut Pin - Balenephobia
367. Takut Pin - Enetophobia
368. Takut Pingsan - Ashenophobia
369. Takut Pohon - Dendrophobia
370. Takut Politikus - Politicophobia
371. Takut Pria - Hominophobia
372. Takut Puisi - Mertophobia
373. Takut Pusaran Air - Dinophobia
374. Takut Rabies - Hydrophobophobia
375. Takut Rabies - Kynophobia
376. Takut Racun - Iophobia
377. Takut Racun - Toxiphobi
378. Takut Rambut - Chaetophobia
379. Takut Rambut - Trichopathophobia
380. Takut Rasa - Geumaphobia
381. Takut Rayap - Isopterophobia
382. Takut Reptil - Batrachophobia
383. Takut Reptil - Herpetophobia
384. Takut Ruang Kosong - Cenophobia
385. Takut Ruangan - Koinoniphobia
386. Takut Ruangan Kosong - Kenophobia
387. Takut Rumah - Ecophobia
388. Takut Rumah Sakit - Nosocomephobia
389. Takut Rusia - Russophobia
390. Takut Sakit Demam - Pyrexiophobia
391. Takut Sakit Diabetes - Diabetophobia
392. Takut Sakit Ginjal - Albuminurophobia
393. Takut Sakit Jantung - Cardiophobia
394. Takut Sakit Jiwa - Dementophobia
395. Takut Sakit Jiwa - Maniaphobia
396. Takut Sakit Kelamin - Cyprianophobia
397. Takut Sakit Kolera - Cholerophobia
398. Takut Sakit Kulit - Dermatophathophobia
399. Takut Sakit Kusta - Leprophobia
400. Takut Sakit Otak - Meningitiophobia
401. Takut Sakit Syphilis - Syphilophobia
402. Takut Sakit Syphillis - Luiphobia
403. Takut Salib - Staurophobia
404. Takut Salju - Chionophobia
405. Takut Sama Gadis - Parthenophobia
406. Takut Sapi Jantan - Taurophobia
407. Takut Saudara - Syngenesophobia
408. Takut Sayuran - Lachanophobia
409. Takut Segala Sesuatu - Polyphobia
410. Takut Segalanya - Panophobia
411. Takut Sekitar Rumah - Eicophobia
412. Takut Sekitar Rumah - Oikophobia
413. Takut Sekolah - Scoionophobia
414. Takut Seks - Genophobia
415. Takut Semangat - Pneumatiphobia
416. Takut Semut - Myrmecophobia
417. Takut Sendiri - Isolophobia
418. Takut Sendirian - Autophobia
419. Takut Sendirian - Monophobia
420. Takut Senjata Api - Hoplophobia
421. Takut Senjata Nuklir - Nucleomituphobia
422. Takut Sepeda - Cyclophobia
423. Takut Serangga - Epistaxiophobia
424. Takut Serangga - Insectophobia
425. Takut Seruling - Aulophobia
426. Takut Sesuatu dari Kiri - Sinistrophobia
427. Takut Sesuatu yang Baru - Kainolophobia
428. Takut Sesuatu yang Baru - Neophobia
429. Takut Sesuatu yang Besar - Megalophobia
430. Takut Sesuatu yang Kecil - Microphobia
431. Takut Silau - Photoaugliaphobia
432. Takut Simbol - Symbolophobia
433. Takut Simetris - Symmetrophobia
434. Takut Sinar X - Radiophobia
435. Takut Situasi yang Menakutkan - Counterphobia
436. Takut Skabies - Scabiophobia
437. Takut Suara - Acousticophobia
438. Takut Suara Keras - Ligyrophobia
439. Takut Suara Telpon - Phonophobia
440. Takut Subuh - Eosophobia
441. Takut Sungai - Potamophobia
442. Takut Surga - Ouranophobia
443. Takut Surga - Uranophobia
444. Takut Susah Be’ol - Coprastasophobia
445. Takut Tabuhan - Spheksophobia
446. Takut *Censored - Coprophobia
447. Takut Takut Anak Anak - Pedophobia
448. Takut Tali - Cnidophobia
449. Takut Tambah Berat - Obesophobia
450. Takut Tambah Berat - Pocrescophobia
451. Takut Tanaman - Batonophobia
452. Takut Tangga - Climacophobia
453. Takut Tanggung Jawab - Paralipophobia
454. Takut Tantangan - Heresyphobia
455. Takut Tawon - Melissophobia
456. Takut TBC - Phthisiophobia
457. Takut TBC - Tuberculophobia
458. Takut Tebing - Cremnophobia
459. Takut Teknologi - Technophobia
460. Takut Tekstur Tertentu - Textophobia
461. Takut Telanjang - Gymnophobia
462. Takut Telanjang - Nudophobia
463. Takut Telpon - Telephophobia
464. Takut Tempat Sempit - Stenophobia
465. Takut Tempat Terbuka - Agoraphobia
466. Takut Tempat Tertentu - Topophobia
467. Takut Tempat Tertutup - Claustrophobia
468. Takut Tempat Tinggi Terbuka - Aeroacrophobia
469. Takut Terbahak - Geliophobia
470. Takut Terbang - Pteromerhanophobia
471. Takut Tergantung pada Orang - Soteriophobia
472. Takut Terkontaminasi Debu - Misophobia
473. Takut Terkunci - Cleisiophobia
474. Takut Tidak Sempurna - Atelophobia
475. Takut Tidak Simetris - Asymmetriphobia
476. Takut Tidur - Clinophobia
477. Takut Tidur - Somniphobia
478. Takut Tikus - Murophobia
479. Takut Tikus - Suriphobia
480. Takut Tikus Besar - Zemmiphobia
481. Takut Tornado - Lilapsophobia
482. Takut Tuhan - Theophobia
483. Takut Tulisan Tangan - Graphophobia
484. Takut Tuma - Verminophobia
485. Takut Uang - Chrematophobia
486. Takut Ujian - Tertaphobia
487. Takut Ular - Ophidiophobia
488. Takut Ular - Snakephobia
489. Takut Upacara Seremonial - Teleophobia
490. Takut Vaksinasi - Vaccinophobia
491. Takut Vertigo - Illyngophobia
492. Takut Waktu - Chronophobia
493. Takut Wangi-Wangian - Osphesiophobia
494. Takut Wanita - Gynephobia
495. Takut Wanita Cantik - Caligynephobia
496. Takut Wanita Cantik - Venustraphobia
497. Takut Wanita Sihir - Vitricophobia
498. Takut Warga - Anthropophobia
499. Takut Warna - Chromatophobia
500. Takut Warna Hitam - Melanophobia
501. Takut Warna Kuning - Xanthophobia
502. Takut Warna Putih - Leukophobia
503. Takut Warna Ungu - Porphyrophobia
504. Takut Wayang - Pupaphobia

bahaya Kecemasan yang datang mendadak

Apakah Anda pernah mendadak merasa berdebar-debar, pusing melayang, tegang pada otot leher belakang kepala, dan terkadang terasa seperti tercekik?
Gangguan panik adalah suatu kecemasan yang ditandai dengan serangan panik berulang yang bersifat mendadak (tidak terduga) sebagai akibat persepsi irasional yang intens atau berlebihan. Penderita seakan terperangkap pada suatu keadaan berbahaya yang luar biasa. Keadaan tersebut menyebabkan ketakutan dan ketidaknyamanan.
Gejala panik dan faktor-faktor yang dapat muncul akibat panik :
Penderita seakan terperangkap pada bahaya yang luar biasa, padahal dalam kenyatannya, bahaya itu tidak ada. Kondisi tersebut menyebabkan ketakutan dan ketidaknyamanan. Penderita akan cenderung menghindari situasi-situasi di mana gejala panik dapat muncul.
Rasa panik dapat muncul sebagai akibat dari :

1. Proses pembelajaran perilaku masa kanak
2. Pengaruh kepribadian perfeksionis
3. Kehidupan yang stres, kehilangan figur yang disayangi (contoh: pasangan, orangtua, dll)
4. Pengalamana masa kecil yang mendapat perlakuan orangtua yang cenderung menuntut, temperamental, mengkritik, terlalu mengatur.

Keadaan-keadaan tersebut kemudian mencetuskan kemarahan dalam bentuk kelemahan fisik, muncul dalam gejala panik.
Gejala panik dapat berbentuk rasa ingin pingsan, takut mati, takut keramaian, berdebar, sesak, ingin buang air kecil atau air besar, pening atau sakit kepala, kebingungan, sulit berkonsentrasi, banyak berkeringat, sulit bicara, sulit beraktifitas, gugup, gemetar, mual dan muntah,nyeri di bagian dada, sulit menelan, mulut terasa kering, lemas, depresi.

Beberapa cara yang dapat menangani panik, antara lain:

1. Mengalihkan perhatian, dengan menghentikan pikiran negatif ketika hal tersebut muncul dan mengalihkannya pada hal-hal yang lebih berguna.
2. Kurangi aktivitas yang dapat menimbulkan terasa panik Anda muncul.
3. Latihan untuk mengelola pernafasan ketika serangan panik muncul kembali.
4. Belajar menghadapi sedikit demi sedikit kejadian-kejadian yang dapat membuat Anda merasa panik. Jangan menghindarinya terus menerus.
5. Lemaskan ketegangan otot dan pikiran dengan melakukan meditasi, relaksasi, dan sebagainya.
6. Menerima diri apa adanya.
7. Melepaskan ketegangan pikiran ke dalam suatu catatan (diary).
8. Membina hubungan pertemanan dan berkomunikasi yang baik dengan keluarga dan sesama mengenai hal-hal yang tidak nyaman.
9. Mencari bantuan kepada dokter, psikiater,untuk memperoleh solusi dari ketidaknyamanan yang dialami

Semoga bermanfaat...

Nyeri tubuh di bagian mana saja yang bisa menjadi indikasi awal serangan jantung?

Selama ini masih banyak orang yang menganggap enteng gejala-gejala serangan jantung yang menyerang. Umumnya, yang banyak orang tahu, salah satu indikasi hanya sakit di dada bagian kiri. Tapi, tahukah Anda, ternyata gejala serangan jantung bukan hanya bagian tubuh itu saja yang diserang.

Nyeri tubuh, semacam maag, ulu hati yang sakit, nyeri atau pegal-pegal di bagian tulang belakang juga dapat menjadi indikasi serangan jantung. Bahkan, ada pula yang gejalanya mirip masuk angin.

"Hati-hati, pada kondisi itu sudah pada indikasi awal serangan jantung. Pada keadaan ini sudah terjadi penyempitan otot jantung yang tersumbat karena ada faktor yang tidak bisa dimodifikasi seperti usia, gender, punya riwayat penyakit jantung, atau menopause," ujar dr. Sally Aman Nasution, dokter spesialisasi penyakit jantung dari Divisi Kardiologi Dept. Penyakit Dalam, FKUI.

Yang bisa dimodifikasi itu pola hidup yang tidak sehat, banyak merokok, kurang tidur, minum kopi, atau minuman stamina. Dari situlah jantung tidak memompa darah tidak sempurna, dan kondisi itu juga mengganggu syaraf-syaraf yang lain. Efek nyeri pun muncul di bagian tubuh tersebut.

Tapi, perlu juga diingat, kalau serangan jantung pertama dialami adalah periode emas. Ketika serangan pertama terjadi, dalam waktu satu jam setelah itu masih bisa disembuhkan dengan cepat. "Tapi, sayangnya tidak semua orang bisa mengetahui dan melakukan tindakan," ujar dr. Sally.

Tapi, yang paling penting, jangan sepelekan tiap nyeri yang Anda alami. Terutama jika nyeri tersebut berlangsung terus menerus dan di bagian tubuh yang sama. • VIVAnews

Thursday, August 20, 2009

Tips Sehat Minum Air Putih

1. Memperlancar Sistem Pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.

2. Air Putih Membantu Memperlambat Tumbuhnya Zat-Zat Penyebab Kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati.
Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.

3. Perawatan Kecantikan
Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh pun harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 - 10 gelas sehari.

4. Untuk Kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.
Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus.
Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak. Nah, buat yang malas mandi pagi atau bahkan malas mandi harus mulai dirubah tuh kebiasaannya…

5. Menyehatkan Jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dan penyakit kewanitaan. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.

6. Sebagai Obat Stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan.
Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran. Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.

7. Efek Relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika memilik shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Konon, shower juga menghasilkan ion negatif.

8. Menguruskan Badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.

9. Tubuh Lebih Bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.

10. Penyeimbang tubuh.
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 - 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.

Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 - 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 - 90 % bobot tinja atau sekitar 50 - 60 ml air sehari.
Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara di sekitarnya.

Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.
Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!
Jika berada di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu

Timun VS Sate Dan Kanker

Anda penggemar sate agaknya layak untuk mempertimbangkan anjuran ini :
Makanlah timun setelah memakan sate. Anjuran ini bukan semata-mata untuk kepentingan mulut. Namun, demi kesehatan tubuh. Mengapa?
Mengonsumsi makanan khas Indonesia, dengan penggemar dari anak-anak hingga orang dewasa ini, tiap hari dapat mengakibatkan kanker. Pasalnya, daging ayam atau kambing yang gosong mengandung senyawa nitrosamin yang diklaim sebagai salah satu penyebab kanker (karsinogenik).


Sebaliknya, berbagai macam sayur dikatakan bersifat preventif sebagai antikanker. Orang yang banyak mengonsumsi sayur dan buah biasanya lebih sehat, dengan faktor risiko penyakit degeneratif atau kanker lebih kecil dibandingkan dengan orang yang kurang mengonsumsi sayur dan buah. Teliti punya teliti, ternyata kandungan antioksidan dalam sayur dan buah itulah yang dapat mencegah terjadinya kanker.
Licopene dalam tomat misalnya, merupakan senyawa antioksidan kuat yang dapat melawan radikal bebas penyebab penyakit degeneratif atau kanker. Mekanisme proteksi licopene belum jelas, tetapi secara umum dengan menjaga kerusakan oksidatif.
Suatu penelitian pada hewan dilakukan dengan memberikan lycopene 0,2 mg dalam 0,2 ml minyak zaitun tiga kali sehari selama periode pertumbuhan tumor pada paru-paru. Hasilnya, pada mencit yang diberi lycopene terjadi penurunan jumlah tumor dibandingkan dengan mencit kontrol.


Bagaimana dengan timun ?
Buah tanaman bernama latin Cucumis sativus L ini mengandung saponin, enzim proteolitik, glutation. Timun dikatakan juga mengandung 35.100 - 486.700 ppm asam linoleat. Sebagai suku Cucurbitaceae, yang biasanya mengandung kukurbitasin, timun kemungkinan juga mengandung senyawa tersebut. Kukurbitasin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antitumor.
Saponin adalah senyawa surfaktan. Dan berbagai hasil penelitian disimpulkan, saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, dan antikarsinogenik. Mekanisme antikoarsinigenik saponin meliputi efek antioksidan dan sitotoksik langsung pada sel kanker. Saponin dari kedelai merupakan sumber makanan yang sudah diteliti dapat menurunkan risiko kanker.
Glutation merupakan antioksidan endogen dalam tubuh yang digunakan sebagai penangkal oksidatif yang di antaranya akibat senyawa radikal bebas, atau karsinogen. Sifat oksidatif dari glutation adalah glutation mampu melakukan peroksidasi terhadap radikal bebas dalam tubuh. Tumbuhan yang mengandung sulfur seperti bawang putih, mampu meningkatkan aktivitas glutation dan glutation transferase.
Asam linoleat termasuk asam lemak esensial yang terdapat dalam lemak nabati maupun hewani. Bentuk asam lemak linoleat terkonyugasi (conjugated linoleic acid=CLA) dikatakan bersifat antikanker. Dari sumber elektronik diketahui bahwa biji ketimun mengandung CLA. CLA bersifat antioksidan, yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas.
Hasil penelitian yang dilakukan di Food Research Institut, Departement of Food Microbiology, University of Winconsin-Madison menyatakan, CLA dapat menghambat terjadinya karsinogenesis dan aterosklerosis, mengurangi lemak tubuh, dan menstimulasi pertumbuhan tikus muda. Dari tanaman, kandungan CLA banyak terdapat dalam biji bunga matahari dan biji kedelai.
Pada prinsipnya suatu antioksidan dapat bekerja sebagai antikarsinogenik dengan cara menurunkan tingkat stres oksidatif. Stres oksidatif adalah keadaan dimana radikal bebas oksigen dibentuk dalam jumlah sangat banyak sehingga tubuh tidak mampu lagi meniadakan efeknya dan timbul kerusakan jaringan.
Nah, karena timun beserta bijinya kaya akan senyawa antioksidan, maka ia bisa berperan dalam menangkal terjadinya penyakit kanker atau penyakit degeneratif. (DS.com)

Bugar di Bulan Ramadhan, Ibadah Puasa pun Aman

Bugar di Bulan Ramadhan, Ibadah Puasa pun Aman
”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertaqwa,” Demikianlah seruan ALLAH dalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183. Seruan berpuasa tersebut tidak ditujukan pada setiap orang, melainkan hanya kepada orang-orang yang beriman. Tujuannya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada ALLAH SWT. Orang yang merasa beriman akan tergerak hatinya memenuhi seruan ALLAH tersebut, untuk berpuasa. Bisa dikatakan bulan Puasa adalah bulan yang istimewa bagi orang-orang special atau the Special One.

Agar tetap menjadi hambaNya yang istimewa (special one), yang selalu tergerak untuk memenuhi perintah atau seruan ALLAH SWT dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sudah selayaknya kita mempersiapkan diri kita untuk tetap prima, sehat dan bugar, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Sebab selama bulan Puasa, ibadah kita tidak hanya berpuasa, tidak makan dan minum, menahan segala nafsu, sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Justru selama bulan Puasa Ramadhan, aktifitas kita bertambah. Selain aktifitas keseharian kita seperti bekerja sesuai profesi kita, sholat lima waktu dan sebagainya, ditambah oleh aktifitas ibadah sholat tarawih, meningkatkan frekwensi baca dan pemahaman ayat-ayat suci Al qur’an serta aktifitas makan sahur menjelang subuh. Sementara asupan gizi dan protein selama siang dihentikan.

Diakui atau tidak, lambat laun hal ini akan membuat tubuh kita, jika tidak pandai menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, menjadi lemah dan lesu. Mungkin diawal-awal puasa seperti minggu pertama dan minggu kedua, tubuh kita masih energik. Namun memasuki minggu ketiga dan keempat? Stamina terasa menyusut. Padahal...kewajiban puasa itu bukan hanya dua minggu melainkan selama satu bulan Ramadhan penuh, baik 29 maupun 30 hari. Tapi, ALLAH SWT maha tahu kondisi tubuh kita. Puasa Ramadan tidak boleh lebih dari 31 hari. Hari raya idul fitri, diharamkan berpuasa.

Untuk dapat menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, kita perlu menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Salah satu cara menjaga kesehatan dan stamina tubuh selain memafaatkan waktu istirahat yang tersisa di antara berbagai aktifitas ibadah, cara lainnya adalah memenuhi kebutuhan tubuh kita dengan berbagai macam protein, gizi dan zat-zat lain yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B8 dan B12, vitamin C dan sebagainya. Cara yang terbaik untuk mendapatkan asupan makanan dan protein serta vitamin tersebut adalah dengan mengkonsumsi segala sesuatu yang bersifat alami seperti nasi, umbi-umbian, sayur-sayuran beserta buah-buahan yang segar serta susu, ikan dan lemak. Namun, mengingat waktu yang terbatas... terkadang kita tidak dapat mengkonsumsi yang serba alami tersebut. Untuk menyiasatinya agar tubuh kita tetap sehat dan stamina terus terjaga kita aman untuk berpuasa, maka tidak ada salahnya kita mengkonsumsi makanan dan minuman suplemen seperti minuman energi yang mengandung semua zat dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi jangan sembarangan mengkonsumsi makanan suplemen atau minuman energi. Melainkan hanya memilih atau mengkonsumsi makanan dan minuman energi, yang produk dan kualitasnya terdaftar dan cukup ketat diawasi oleh Badan Pengawasan Obat dan makanan. Salah satunya seperti teman saya yang selalu mengkonsumsi EJ.

Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang bulan suci Ramadhan. Selamat datang bulan penuh pengampunan Selamat menjalankan ibadah puasa, bagi saudara-saudaraku yang beriman.