Wednesday, October 14, 2009

DAMPAK BURUK MINUMAN KERAS dan PENGERTIANNYA!!!


Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu.

Asal Usul Bir (Minuman Beralkohol / Miras)

Tidak jelas benar dari mana kata bir berasal. Namun proses pembuatannya sendiri sudah ditemukan sejak lama. Sebuah prasasti yang ditemukan di delta subur antara sungai Eufrat dan sungai Trigis di kawasan Mesopotamia (sekarang kawasan irak) dan diperkirakan berasal dari masa sekitar 6.000 SM, sudah memuat gambaran tentang proses pembuatan bir. Sebuah relief yang terdapat di makam kuno di Mesir dari masa sekitar 2.400 SM juga menggambarkan proses pembuatan bir dengan bahan "barley" (barli), yaitu semacam rumput yang bijinya bisa diolah menjadi bir. Sejarah selanjutnya menapak pada tahun 2.000 SM ketika Raja Hammurabi dari Babylonia merilis resep tentang cara pembuatan dan penyajian bir. Di Mesir sendiri, sang Fir'aun (pharaoh) juga terkenal sebagai ahli pembuat minuman hasil fermentasi ini.



Menurut Ensiklopedi Britanica, seorang sejarawan asal Romawi bernama Pliny dan Tacticus mencatat bahwa bangsa dari suku Saxon, Celt, Nordic dan Germanic sudah menkonsumsi sejenis bir tak berwarna (disebut ale). Istilah ini juga berkembang diantara istilah-istilah lain di kalangan bangsa Anglo-Saxon seperti istilah Malt, Mash, dan Wort.



Pada abad 15, pembuatan bir di Jerman menggunakan teknik fermetasi yang berbeda. Prosesnya dilakukan dengan proses fermentasi dasar, bukan fermentasi di atas bahan bakunya. Bir yang dihasilkan disebut dengan lager (dari bahasa Jerman: Lagern = menyimpan) karena bir pada masa itu dibuat pada musim dingin dan membutuhkan es untuk menyimpannya pada musim panas.



Proses pembuatan bir kemudian berkembang dengan adanya kontrol yang baik menggunakan termometer dan sakarimeter yang bis amengukur kadar gula. Dengan paduan teknologi pembuatan es dan sistem pedinginan, pembuatan bir bisa dilakukan pada musim panas. Tapi cita rasa bir masih juga tak bisa ditentukan, sebab sangat dipengaruhi proses berubahnya gula menjadi alkohol oleh sel ragi. Lalu muncullah Louis Pasteur yang berargumen bahwa walaupun semua jenis sel ragi bisa dimanfaatkan untuk fermentasi, namun tidak semua sel ini cocok bagi proses pembuatan bir. Sel-sel yang tertentu saja yang akan menghasilkan cita rasa bir yang tinggi. Proses Pasteurisasi yang ditemukannya juga mampu membuat bir menjadi lebih tahan lama, setelah memanaskan bir hingga 70 derajat celcius agar mikroorganisma tidak aktif. Berbagai teknologi yang kemudian ditemukan juga membuat bir yang dihasilkan menjadi seperti yang kita kenal saat ini.



Proses Pembuatan Bir

Proses pembuatan bir sebenarnya sederhana saja. Prinsip yang digunakan sama seperti pembuatan minuman keras buatan lokal Indonesia, atau seperti pembuatan tape ketan, yaitu dengan memanfaatkan proses fermentasi. Bulir gandum (atau sejenisnya) dibiarkan tumbuh berkecambah, kemudian dikeringkan. Proses penumbuhan kecambah ini akan menghasilkan yang mengandung enzim amilase (yang mampu mengubah karbohidrat menjadi gula, seperti air liur di dalam mulut kita) yang terdiri dari alpha amilase dan beta amilase. Kemudian, Malt ini (bulir gandum berkecambah) dihancurkan dan dicampur dengan air panas atau direbus selama 1 - 2 jam. Setelah menjadi cairan gula, ditambahkan dengan buah hop (yang memberikan rasa pahit). Setelah itu ditambahkan ragi. Di sinilah proses fermentasi dimulai dengan mendiamkannya selama satu hingga tiga minggu. Gula akan menjadi alkohol dan gas karbondioksida. Setelah itu didinginkan, diperas dan disaring. Maka jadilah bir. Itu sebabnya, bir terkadang disebut sebagai roti cair, sebab bahan dasar pembuatnya memang berasal dari bahan yang sama, yaitu bulir gandum.





Bahan Pembuatan Minuman Keras / Minuman Beralkohol

Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan minuman keras adalah bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Secara umum ada dua jenis tanaman yang sering dipakai, yaitu perasan buah (jus) dan biji-bijian, meskipun kadang-kadang nira atau tebu juga dipakai untuk minuman beralkohol tradisional. Perasan buah yang paling banyak dipakai adalah anggur, sedangkan biji-bijian yang banyak digunakan adalah barley, gandum, hope dan beras.



Dalam pembuatannya bahan-bahan tersebut kemudian difermentasi. Fermentasi adalah proses pengolahan yang menggunakan peranan mikroorganisme (jasad renik), sehingga dihasilkan produk-produk yang dikehendaki. Jasad renik adalah makhluk hidup yang sangat kecil, sehingga mata biasa tidak mampu melihatnya. Ia hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop.



Mikroorganisme ada di mana-mana di sekeliling kita, seperti pada tanah, air, bahan makanan, bahkan melayang-layang di udara yang kita hirup setiap hari. Jenis mikroorganisme ini sangat banyak. Dalam mikrobiologi pangan, kita mengenal tiga jenis jasad renik, yaitu kapang (jamur), bakteri dan khamir (yeast). Jamur dan bakteri lebih dikenal masyarakat karena juga berkaitan dengan penyakit. Kalau kita terserang penyakit kulit, seperti panu, kadas dan kurap, maka penyebabnya adalah sejenis jamur penyebab penyakit. Sedangkan bakteri banyak menyebabkan berbagai jenis penyakit menular, seperti TBC, Thypus, Colera, Desentri, dan sebagainya.



Proses Pembuatan Minuman Keras / Minuman Beralkohol

Proses yang hampir sama juga terjadi pada pembuatan minuman keras. Bahan baku berupa biji-bijian tersebut ditambahkan sejenis ragi yang secara mikrobiologis adalah sama, yaitu khamir dengan nama latin Saccharomyces cerevisae. Khamir inilah yang mengubah pati pada biji-bijian tersebut menjadi gula, serta mengubah sebagian gula menjadi alkohol dan komponen flavor (cita rasa). Dari proses tersebut kemudian akan dihasilkan minuman beralkohol dengan cita rasa tertentu sesuai dengan bahan baku yang digunakan.

Lama proses fermentasi itu akan mempengaruhi jumlah alkohol yang dihasilkannya. Semakin lama proses fermentasi semakin tinggi kandungan alkoholnya. Dari perbedaan biji-bijian yang dipakai dan lamanya fermentasi ini akan menghasilkan jenis minuman keras yang berbeda-beda pula.



Fermentasi Spontan dalam Minuman Beralkohol / Minuman Keras

Ada kalanya proses pembuatan minuman keras ini tidak harus ditambahkan ragi atau yeast dengan sengaja. Karena mikroorganisme sebenarnya ada di sekeliling kita, termasuk di udara bebas, maka sebenarnya proses fermentasi bisa berlangsung secara langsung, tanpa harus menambahkan ragi ke dalamnya. Proses inilah yang dikenal dengan fermentasi spontan.



Hal ini terjadi pada fermentasi perasan buah anggur. Buah anggur yang diperas dan dibiarkan di udara terbuka, maka dengan sendirinya akan berlangsung proses fermentasi dari mikroba yang ada di udara. Jika proses tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun, maka mikroba yang ada di udara secra alamiah akan terseleksi sendiri, sehingga hanya mikroba tertentu sajalah yang dominan. Itulah yang terjadi pada industri-industri khamer tradisional. Dalam dunia anggur, kita mengenal jenis-jenis anggur tertentu yang disimpan di dalam peti-peti kayu. Semakin lama anggur itu disimpan, semakin mahal pula harga anggur tersebut, karena akan dihasilkan cita rasa spesifik yang sangat khas.



Fermentasi spontan ini bisa terjadi di mana saja, termasuk juga pada minuman jus yang kita miliki dan kita ketahui sebagai minuman halal. Kalau kita menyimpan jus buah yang tidak habis, maka dalam beberapa hari jus tersebut akan mengalami fermentasi spontan dan berubah menjadi minuman beralkohol. Status hukumnya akan sama dengan minuman keras yang mengandung alkohol. Inilah yang kadang-kadang kurang disadari oleh masyarakat. Ketidaktahuan akan proses fermentasi spontan ini bisa saja menjerumuskan kita kepada minuman beralkohol yang memabukkan.



Hal sama juga terjadi pada nira kelapa atau aren. Ketika masih segar, maka nira tersebut adalah halal. Akan tetapi ketika sudah didiamkan beberapa hari (biasanya lebih dari dua hari) maka akan berubah menjadi tuak yang beralkohol, memabukkan dan haram. Minuman itu sering dijajakan di beberapa daerah dan dianggap sebagai minuman halal.



Efek Samping

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.



Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah, atau mata juling. Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara ngawur, atau kehilangan konsentrasi.



Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.



Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:

Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%

Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%

Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%





Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya :

Bir,Green Sand 1% - 5%

Martini, Wine (Anggur) 5% - 20%

Whisky, Brandy 20% -55% .



Beberapa Jenis Minuman Yang Mengandung Alkohol

* Anggur
* Bourbon
* Brendi
* Brugal
* Caipirinha
* Chianti
* Jägermeister
* Mirin
* Prosecco
* Rum
* Sake
* Sampanye
* Shōchū
* Tuak
* Vodka




Akibat Penyalahgunaan Alkohol / Minuman Keras

* Gangguan Fisik : meminum minuman beralkohol banyak, akan menimbulkan kerusakan hati, jantung, pangkreas dan peradangan lambung, otot syaraf, mengganggu metabolisme tubuh, membuat penis menjadi cacat, impoten serta gangguan seks lainnya
* Gangguan Jiwa : dapat merusak secara permanen jaringan otak sehingga menimbulkan gangguan daya ingatan, kemampuan penilaian, kemampuan belajar dan gangguan jiwa tertentu.
* Gangguan Kamtibmas: perasaan seorang tersebut mudah tersinggung dan perhatian terhadap lingkungan juga terganggu, menekan pusat pengendalian diri sehingga yang bersangkutan menjadi berani dan agresif dan bila tidak terkontrol akan menimbulkan tindakan-tindakan yang melanggar norma-norma dan sikap moral yang lebih parah lagi akan dapat menimbulkan tindakan pidana atau kriminal.




Beberapa Dampak Lain Yang Ditimbulkan Oleh Minuman Beralkohol

Penggunaan minuman beralkohol menimbulkan dampak buruk terhadap dan merusak fungsi hati, pankreas, pencernaan, otot, darah dan tekanan darah, kelenjar endokrin dan jantung

v Dampak penyalahgunaan narkoba bagi pelakunya:

1. Menimbulkan gangguan kesehatan jasmani dan rohani, merusak fungsi organ vital tubuh: otak, jantung, ginjal, hati dan paru-paru samapi kepada kematian sia-sia yang tak patut ditangisi.

2. Menimbulkan biaya yang sangat besar baik untuk membeli narkoba yang harganya sangat mahal, maupun untuk biaya perawatannya yang juga sangat mahal, sehingga dapat membuat keluarga orang tua bangkrut dan menderita.

3. Menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, ketentraman keamanan masyarakat.

4. Menimbulkan kecelaan diri yang bersangkutan dan orang lain

5. Perbuatan melanggar hukum yang dapat menyeret pelakunya ke penjara.

6. Memicu tindakan tidak bermoral, tindakan kekerasan dan tindak kejahatan.

7. Menurunkan sampai membunuh semangat belajar adalah perbuatan menghancurkan masa depan.

8. Merusak keimanan dan ketakwaan, membatalkan ibadah agama karena hilangnya akal sehat.

v Bagi orang tua dan keluarga:

1. Menimbulkan bebadn mental, emosional, dna sosial yang sangat berat

2. Menimbulkan beban biaya yang sangat tinggi yang dapat membuat bangkrutnya keluarga.

3. Menimbulkan beban penderitaan berkepanjangan dan hancurnya harapan tentang masa depan anak.

v Bagi masyarkat dan bangsa:

1. Menimbulkan beban ekonomi yang tinggi bgai program pencegahan, penegeakan hukum dan perawatan serta pemulhan penderita ketergantungan narkoba

2. Menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, ketentraman, dan keamanan masyarakt.

3. Menghancurkan kualitas dan daya saing bangsa serta membunuh masa depan dan kejayaan bangsa.

4. Berkaitan dengan peningkatan tindak kejahatan termasuk kerusuhan, separatisme dan terorisme.

Thursday, October 8, 2009

Mitos Seputar Mie Instan


Banyak isu berseliweran seputar makanan instan yang membuat hati tak tenang. Misalnya saja soal lilin yang katanya menempel pada mi, atau tentang cara pengolahan yang harus pas agar aman di konsumsi.

Berikut ini penjelasan Prof.Dr.F.G.Winarno, mantan Presiden Codex Dunia & Ketua Dewan Pakar PIPIMM (Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman) mengenai mie instan.

Dibalik kelezatannya banyak persepsi salah yang beredar seputar mi instan.Daripada terjebak isu tak jelas, mari semua kita pahami fakta seputar makanan favorit ini.

Mitos : Mi instan mengandung lilin. Oleh karena itu, ketika dimasak airnya menguning.
Fakta : SALAH. Mi instan tidak menggunakan lilin. Lilin adalah senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Lilin sebenarnya ada pada makanan alami, spt apet/kubis. Kubis jika dicuci dengan air tidak langsung basah, atau apel yang jika di gosok akan mengilap. Itulah lilin yang memang diciptakan alam

Mitos : Mi instan menggunakan bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.
Fakta : Dalam proses pembuatannya mi instan menggunakan metode khusus agar lebih awet, namun sama sekali tidak berbahaya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu cara pengawetan mi instan adalah deep frying yang bisa menekan rendah kadar air(sekitar 5%). Metode lain adalah air hot drying (pengeringan dengan udara panas). Inilah yang membuat mi instan bisa awet hingga 6 bulan. asalkan kemasannya terlndung secara sempurna. Kadar air yang sangat minim ini, tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup apalagi berkembang biak. Malah mi instan tidak beraroma tengik serta tidak menggumpal basah. Langkah terakhir untuk memastikan mi instant layak konsumsi adalah perhatikan dengan seksama tanggal kadaluarsanya

Mitos : Metode dua air terpisah adalah cara terbaik memasak mi
Fakta : Justru air rebusan mi pertama yang mengandung kandungan takaroten yang tinggi. Semua vitamin (dari minyak dan bumbu) yang larut dalam air terdapat dalam air rebusan pertama ketika memasak mi. Apabila air rebusan di ganti dengan air matang baru, semua vitaminnya menghilang. Selain itu, minyaklah yang membuat mi (atau makanan lain) lebih enak. Jadi air rebusan pertama tidak perlu dibuang. Dan kandungan betakaroten juga tecoferol dalam minyak sangat berguna memenuhi kebutuhan gizi

Mitos : Penggunaan styrofoam berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika styrofoam terkena air panas, seperti ketika memasak mi instan dalam cup.
Fakta : Styrofoam untuk mi instan cup terbukti aman di gunakan, karena telah melewati standar BPOM ( Badan Pengawas Obat dan Makanan. Cup yang dipakai mi instan adalah styrofoam khusus untuk makanan. ia memang bisa menyerap panas, ini terbukti setelah di seduh air panas, tidak terasa panas di tangan ketika dipegang. Tetapi karena proses pressingnya memenuhi standar, tidak menyebabkan molekul styrofoam larut (rontok) bersama mi instan yang di seduh air panas. Jadi, jika selama ini khawatir dengan mi instan menempel pada cupnya ketika di seduh air panas, sematamata disebabkan tingginya kadar minyak dalam mi (sekitar 20%). Desain pun dibuat berbeda yaitu dengan menambahkan gerigi dibagian atas cup, sehingga tak langsung panas di tangan. Selain itu, expandable polysteren yang di gunakan mi instan cp telah melewati penelitan BPOM dan Japan Environment Agency sehingga memenuhi syarat untuk mengemas produk pangan. Berdasar penelitian tsb, kemasan ini aman digunakan.

Mitos : Mi instan kenyal karena bahan bakunya adalah karet.
Fakta : Sama sekali tidak ada bahan karet dalam bahan baku mi insta. Mi instan dibuat dari bahan bahan berkualitas tinggi dan pilihan terbaik seperti tepung terigu yang sudah difotifikasi dengan zat besi, zinc, vitamin B1,B2 dan asam folat. Begitu pula dengan bumbu, yaitu bawang merah, cabe merah, bawang putih, dan rempahrempah. Pembuatannya pun digarap serius. Melewati proses pengeringan yang telah dipaparkan sebelumnya, seperti hot air drying atau deep frying. Karena itulah mi instan kenyal dan tidak mudah putus.

Jadi kesimpulannya : Dalam setiap kemasan mi instan selalu tergambar penyajian. Itulah yang harusnya dilakukan jika ingin makan mi instan dan dapat mendapat asupan gizi, dan juga tambahakan telur, sayur, atau daging, sehingga mi instan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi.(By Sibi)

Friday, October 2, 2009

Larangan Setelah makan!!!!

Buat nambah energi setidaknya kita harus makan normal 3 kali sehari (kalo lebih dari 3 kali sih rakus, heu heu). Setelah ane melakukan inspeksi sama mbah google, banyak sekali kebiasaan yang sering kita lakukan setelah makan. Namun sebenarnya hal tersebut tidak dianjurkan oleh para dokter karena sangat merugikan kesehatan kita. Berikut adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah makan...

1. Jangan Merokok - Penelitian dari para ahli membuktikan bahwa merokok sebatang rokok setelah makan sama dengan merokok 10 rokok (kemungkinan terserang kanker lebih besar)

2. Jangan Langsung Makan Buah-buahan - Langsung makan buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut di penuhi dengan udara. Untuk itu makanlah buah-buahan 1-2 jam setelah makan atau 1 jam sebelum makan.

3. Jangan Minum Teh - karena daun teh mengandung kandungan asam yang tinggi. Kandungan ini akan menyebabkan kandungan protein pada makanan yang telah kita konsumsi sulit untuk dicerna.

4. Jangan Mengendorkan Ikat Pinggangmu - Mengendorkan ikat pinggang setelah makan akan menyebabkan usus terbelit dan terblokir.

5. Jangan Mandi - Mandi akan menaikan aliran darah ke tangan, kaki dan badan yang menyebabkan jumlah darah sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan di dalam perut kita.

6. Jangan Berjalan-jalan - Orang-orang sering mengatakan bahwa berjalan beberapa langkah setelah makan akan memperpanjang umur. Pada kenyataannya hal ini tidaklah benar. Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan yang telah kita makan.

7. Jangan Langsung Tidur - Makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan menyebabkan usus mengalami kembung dan peradangan.

Friday, September 25, 2009

Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga


Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. Bunyi bisa terdengar oleh telinga manusia jika terjadi getaran di udara atau medium lain yang sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.

Alat telinga dan pendengaran manusia secara terus-menerus bekerja sebagai pintu masuk komunikasi dan informasi melalui suatu proses transformasi yang rumit dan kompleks untuk menginterpretasikan getaran suara dan bunyi lingkungan. Tanpa kita sadari, manusia tidak luput dari berbagai faktor bahaya yang dapat mengganggu fungsinya. Salah satunya adalah paparan bunyi lingkungan yang makin bising, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran maupun kesehatan pada umumnya.

Bising yang kontinu di atas 85 desibel tidak hanya akan menyebabkan keluhan pada telinga dan pendengaran, tetapi berbagai penelitian membuktikan terjadinya peningkatan tekanan darah, gangguan tidur, kelainan pencernaan, meningkatnya emosi, dan berbagai kelainan akibat stres. Seperti kita ketahui, banyak sekali jenis kegiatan yang melebihi ambang 85 desibel tersebut, misalnya peralatan mesin, lalu lintas ramai, musik yang menggunakan loudspeaker, permainan, dan aktivitas rekreasi lainnya. Dengan demikian, yang paling rentan adalah para pekerja pembangunan dan pabrik, mereka yang beraktivitas dan tinggal dipinggiran jalan raya, dan anak-anak.

Otot di telinga tengah manusia yang bekerja secara terus-menerus tidak akan mampu bertahan pada keadaan bising yang terlalu kuat dan kontinu sehingga terjadilah stimulasi berlebih yang merusak fungsi sel-sel rambut. Kerusakan sel rambut dapat bersifat sementara saja pada awalnya sehingga akan terjadi ketulian sementara. Akan tetapi, kemudian bila terjadi rangsangan terus-menerus, terjadi kerusakan permanen, sel rambut reseptor yang berfungsi untuk meredam getaran akan berkurang sampai menghilang dan terjadi ketulian menetap.

Ketulian akan terjadi pada kedua telinga secara simetris dengan mengenai nada tinggi terlebih dahulu, terutama dalam frekuensi 3.000 - 6.000 Hz. Sering kali juga terjadi penurunan tajam (dip) hanya pada frekuensi 4.000 Hz, yang sangat khas untuk gangguan pendengaran akibat bising. Karena yang terkena adalah nada yang lebih tinggi dari nada percakapan manusia, sering kali pada awalnya sama sekali tidak dirasakan oleh penderitanya karena belum begitu jelas gangguan pada saat berkomunikasi dengan sesama.

Perlu dipahami bahwa makin tinggi paparan bising, makin berkurang jangka waktu paparan yang aman. Misalnya pada 115 desibel (konser musik rock), 15 menit saja sudah berbahaya, pada 130 desibel (mesin jet), dua menit saja dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Musik orkestra klasik dan gamelan juga dapat memberi paparan kebisingan lebih dari 85 desibel, tetapi berbeda dengan bising industri, intensitasnya intermiten, bergantian antara bagian yang keras dan pelan, serta variasi nada yang cukup luas, sehingga terbukti kurang berbahaya bagi pendengaran. Walaupun demikian, tetap ditemukan kasus pada sebagian pemusik, yaitu antara 10 sampai 50 persen dapat mengalami gangguan pendengaran.

Bila terjadi ketulian akibat bising, tidak dapat baik kembali dan memerlukan alat bantu mendengar yang cukup mahal. Oleh karena itu, lebih baik menghindari kebisingan dan berbagai kiat. Caranya? Menghindari bising, mengurangi volume bunyi sekitar, dan menggunakan alat pelindung. Seperti pendapat Helen Keller--yang tuli dan buta sejak usia balita--ketika ditanyakan, andaikata ia mendapat kesempatan kedua, manakah yang ingin dihilangkannya? Ia menjawab, ingin terlahir kembali tanpa ketulian karena kebutaan memisahkannya dari benda-benda, sedangkan ketulian memisahkannya dari manusia.

Thursday, September 17, 2009

PISANG TERNYATA ANTI KANKER


Bukan sembarang pisang, ya... yang boleh dimakan!!!
(Ternyata pisang yg telah matang, menghasilkan zat TNF anti kanker)
Ternyata pisang yang telah matang, menghasilkan zat TNF penangkal sel jahat
Kedepannya mungkin Anda baru sadar di masa yang akan datang akan terjadi kekurangan stock pisang di pasaran !!

Pisang yang semakin matang permukaan kulitnya akan semakin banyak bercak2 (bintik2) hitam, ini akan memproteksi penyakit dari kehidupan kita semakin tinggi. Orang Jepang suka makan pisang bukan tidak ada alasannya, dewasa, anak anak pun suka makan pisang .
caranya sangat gampang, 5 buah setiap hari, penyakit akan menjauhi loh.
Berdasarkan hasil penelitian ilmiah para ilmuwan Jepang diketemukan, kandungan dalam pisang terdapat zat TNF yang berfungsi menangkal kanker (sel jahat / tumor).

Selain itu, pisang semakin matang khasiatnya akan semakin tinggi untuk menangkal kanker. Profesor Senji dari Universitas Tokyo Jepang mengadakan penelitian memakai hewan, membandingkan
hasilnya dengan memberi makan pisang, anggur, apel, semangka, nangka, pear, kiet na dan berbagai
macam buah2an untuk mengujinya, hasilnya membuktikan di antara buah2an pisanglah yang terbaik.
khasiatnya, bisa menambah sel darah putih, dapat mengganti sel sel yang rusak, selain itu juga menghasilkan zat TNF yang menangkal sel sel jahat.

Penelitian dan pengujian sang profesor juga menemukan, kulit luar pisang yang semakin makin matang akan timbul bercak2 (bintik2) hitam, ini akan dapat memperpanjang umur hidup. Oleh sebab itu mulai saat ini harus sering makan pisang yang lebih matang loh ! Pisang tidak akan
mengakibatkan sel darah putih tiba2 bertambah banyak dalam sekejap tapi pada saat sel darah putih
berkurang otomatis bertambah sendiri. Maka, para ahli peneliti bera
nggapan, pisang bisa memprotek penyakit dan memperpanjang umur hidup lebih stabil, di saat kondisi tubuh orang yang sehat daya tahan tubuh akan tinggi. Tapi bagi orang sakit, orang tua dan orang yang daya tahan
tubuhnya kurang dan lemah akan lebih baik makan pisang kuning untuk kesehatan tubuh.

Maka, setiap hari, lebih baik kita makan pisang matang 1 ~ 2 buah per hari, demi meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, terlebih khusus mencegah influensa dan wabah flu (burung, babi & R4N1) dll. Petunjuk sang profesor Senji, kulit pisang yang menguning itu timbul bercak (bintik) hitam,
kemampuan menambah sel darah putih lebih baik....8 kali lipat daripada kulit pisang yang hijau. (DS.com/chittung-addict)

Monday, August 24, 2009

Cegah Bau Mulut Saat Berpuasa

BAU mulut menjadi problem yang biasa dialami saat puasa.Jangan sampai problem ini mengganggu puasa dan aktivitas Anda .Nah,bagaimana cara mengatasinya? Bulan puasa telah tiba.Anda pun sudah bersiap-siap menjalankan dengan khusyuk.

Namun,bagaimana dengan bau mulut yang selalu menghampiri saat puasa? Inilah yang membuat Anda merasa tak percaya diri,apalagi bila harus berkomunikasi dengan banyak orang. Mungkin tidak aneh lagi bagi kita untuk merasakan sesuatu yang tidak sedap menghampiri mulut saat kita sedang menjalani kewajiban berpuasa selama 14 jam.

Beberapa pertanyaan pun muncul, mengapa bau tak sedap pada mulut, menyerang saat kita berpuasa? Gigi putih bersih, senyum menawan, serta napas segar adalah dambaan sebagian masyarakat modern dewasa ini. Namun, apabila bau mulut atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah halitosis terjadi, bisa-bisa menjadi masalah tersendiri dan membuat seseorang merasa kurang percaya diri.

Mulut merupakan gerbang masuknya makanan menuju tubuh dan menjadi gerbang keluarnya udara dari dalam tubuh, di samping memiliki fungsi yang sangat aktif dalam bersosialisasi seharihari. Setiap hari kita tersenyum, tertawa,dan berbicara dengan melibatkan organ ini; dan saat berpuasa, keterlibatannya pun tidak kalah penting.

Dokter gigi dari Dharmawangsa 8 Dental Care, drg Aditya Pribadi SpOrtho, menjelaskan bahwa apabila dikaitkan dengan puasa, penyebab utama bau mulut karena lambung yang kosong dalam waktu yang lama dapat merangsang timbulnya aroma yang kurang sedap, yang kemudian keluarkan melalui rongga mulut.

Selain itu,berkurangnya produksi air liur (saliva) karena berkurangnya rangsangan makanan yang masuk.

"Saat saliva berkurang,bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncul bau mulut,"ujarnya. Bau mulut saat puasa merupakan keluhan yang normal dijumpai. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak bisa kita hindari. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga agar mulut kita tetap bersih dan napas terasa segar selama berpuasa.

Berdasarkan data yang disebutkan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI),pada dasarnya bau mulut disebabkan tiga faktor utama. Faktor pertama yaitu dari dalam mulut.Faktor di dalam mulut sendiri karena ada gigi berlubang, banyak pelak atau karang gigi, serta gigi rusak bahkan sampai menjadikan gigi busuk karena dibiarkan atau tidak dirawat.

Faktor kedua datang dari luar mulut.Faktor dari luar mulut,tetapi masih dari saluran napas atau cerna, atau penyakit umum lainnya. Peradangan atau penyakit pada bagian-bagian ini menyebabkan hal serupa seperti pada faktor yang pertama.Sebagai contoh,penyakit tuberkulosis (TBC paru) menyebabkan bau mulut agak amis, diabetes menyebabkan bau mulut seperti aceton (cairan pembersih cat kuku) Faktor ketiga adalah konsumsi makanan dan minuman yang bisa meninggalkan bau setelah beberapa jam mengonsumsinya,misalnya petai, kopi, atau minuman keras.

Penelitian menunjukkan 85-90% penyebab bau mulut disebabkan adanya kelainan rongga mulut, baik karies gigi maupun infeksi jaringan penyangga gigi. Selain itu, sisa makanan yang tertinggal di mulut dapat menyebabkan bau mulut. Ada ratusan spesies bakteri tinggal di mulut kita,dan sebagian besar dari mereka mencerna protein sehingga menghasilkan senyawa yang mengandung belerang yang mudah menguap dan menimbulkan bau mulut.

Aditya menyarankan selama bulan puasa memberikan perhatian ekstra dengan menyikat gigi dua kali sehari pada waktu yang tepat, yakni setelah makan sahur dan malam sebelum tidur.Hindari tidur setelah makan sahur dengan kondisi gigi dan mulut yang masih ada sisa makanan,dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang beraroma tajam.

"Selain itu, ada baiknya juga untuk memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi sebelum memasuki bulan suci Ramadan," saran Aditya. Brand Manager Pepsodent PT Unilever Indonesia Amalia Sarah Santi mengatakan, sosialisasi dan edukasi mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa sangat diperlukan.

Hal ini untuk mengenali dan menemukan solusi tepat untuk kebutuhan kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa. "Dengan solusi yang tepat, menjalankan ibadah puasa pun akan lebih terasa nyaman," ujarnya.(DS.com)

Inilah Manfaat Rutinitas Senggama

SENGGAMA merupakan aktivitas seksual menggairahkan bagi setiap pasangan. Namun, tak sedikit dari mereka yang belum mengetahui manfaat dasar dari hubungan seksual.

Prinsip dasar hubungan seksual tidak sekadar mengejar kenikmatan serta orgasme semata. Di sisi lain, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari hubungan intim dengan pasangan.

Apa saja manfaat tersebut?

Menumbuhkan rasa percaya diri

Saat beraksi di ranjang, pria umumnya memiliki rasa percaya diri lebih besar dibandingkan wanita. Ini disebabkan oleh keyakinan bahwa Mr P-nya dapat memuaskan pasangan.

Ternyata, percaya diri merupakan komponen terpenting ketika akan melakukan hubungan intim. Bila tidak, seks yang seharusnya dilakukan dengan berbagai macam sensasi, akan terasa hambar.

Banyak cara yang dilakukan pria untuk membuat performa Mr P di ranjang semakin hebat dari hari ke hari. Pengetahuan seputar seksualitas pun dicari lewat buku seputar seksualitas, ataupun dengan menonton film porno.

Nah, jika Anda juga ingin membuat pasangan merasa begitu seksi di hadapan Anda, perlakukan dia secara agresif. Konon, wanita paling senang melihat pasangannya bersikap agresif tiap kali memberikan rangsangan seksual.

Dengan begitu, pasangan Anda akan merasa bahwa tubuhnya memang begitu menggoda serta seksi. Rasa percaya dirinya pun akan semakin besar ketika bercinta.

Membuat tubuh sehat dan bugar

Ingin tubuh senantiasa bugar? Bercintalah dengan pasangan Anda secara rutin. Dipercaya pasangan yang rajin melakukan aktivitas seksual, tubuhnya pun terlihat jauh lebih sehat dibanding mereka yang jarang bercinta.

Mencoba beragam variasi gaya bercinta bisa membuat Anda semakin hebat di ranjang. Pasangan pun akan semakin lihai membalas setiap cumbuan serta aksi 'jelajah' Mr P Anda.

Membuat awet muda

Bercinta dengan jadwal tetap, terbukti ampuh dapat membentuk tubuh. Selain itu juga membuat Anda selalu tampak awet muda. Berhubungan intim dapat menambah produksi endorphin dalam tubuh, membuat rambut semakin berkilau, dan melembutkan kulit. Produksi hormon estrogen dan testosteron ekstra juga akan membuat tulang serta otot lebih kuat serta sehat.(DS.com)

Friday, August 21, 2009

Khasiat Jahe

Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di negara kita. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. Rimpangnya sangat luas dipakai, antara lain sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biscuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga digunakan dalam industri obat, minyak wangi dan jamu tradisional. Jahe muda dimakan sebagai lalaban, diolah menjadi asinan dan acar. Disamping itu, karene dapat memberi efek rasa panas dalam perut, maka jahe juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek, sekoteng dan sirup.
Penelitian modern telah membuktikan secara ilmiah berbagai manfaat jahe, antara lain :
• Menurunkan tekanan darah. Hal ini karena jahe merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar dan memperingan kerja jantung memompa darah.
• Membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan lipase, yang masing-masing mencerna protein dan lemak..
• Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol juga diduga membantu menurunkan kadar kolesterol.
• Mencegah mual, karena jahe mampu memblok serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual. Termasuk mual akibat mabok perjalanan.
• Membuat lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin.
• Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.
(dari berbagai Sumber)

504 jenis ketakutan (phobia)

BERBAGAI JENIS KETAKUTAN (PHOBIA)

Mungkin salah satu dari Anda belum tahu jenis-jenis Ketakutan (Phobia). Di bawah ini adalah jenis-jenis Ketakutan (Phobia). Nah, termasuk yang manakah Anda???

1. Takut Air - Hydrophobia
2. Takut Agama - Theologicophobia
3. Takut Alat Kelamin - Kolpophobia
4. Takut Aliran Udara - Aerophobia
5. Takut Alkohol - Methyphobia
6. Takut Alkohol - Potophobia
7. Takut Amnesia - Amnesiphobia
8. Takut Anggur - Oenophobia
9. Takut Angin - Ancraophobia
10. Takut Angka - Arithmophobia
11. Takut Angka 13 - Triskaidekaphobia
12. Takut Angka 8 - Octophobia
13. Takut a n j i n g - Cynophobia
14. Takut a n j i n g Laut - Lutraphobia
15. Takut Anus - Rectophobia
16. Takut Api - Arsonphobia
17. Takut Api - Pyrophobia
18. Takut Awan - Nephophobia
19. Takut Ayam - Alektorophobia
20. Takut Ayan - Hylephobia
21. Takut Badut - Coulrophobia
22. Takut Bahan Kimia - Chemophobia
23. Takut Bangunan Tinggi - Batophobia
24. Takut Banjir - Antlophobia
25. Takut Bapak Tiri - Vitricophobia
26. Takut Batu Nisan - Placophobia
27. Takut Bau Badan - Bromidrosiphobia
28. Takut Bau Bauan - Olfactophobia
29. Takut Bau Busuk - Autodysomophobia
30. Takut Bawa Mobil - Amaxophobia
31. Takut Bawang Putih - Alliumphobia
32. Takut Bayangan - Sciaphobia
33. Takut Bebas - Eleutherophobia
34. Takut Belanda - Dutchphobia
35. Takut Benang - Linonophobia
36. Takut Benda di Sebelah Kanan - Dextrophobia
37. Takut Benda di Sebelah Kiri - Levophobia
38. Takut Berantakan - Ataxophobia
39. Takut Berbicara - Laliophobia
40. Takut Bercinta - Malaxophobia
41. Takut Bercinta - Sarmassophobia
42. Takut Berdosa - Hamartophobia
43. Takut Berfikir - Phronemophobia
44. Takut Berita Baik - Euphobia
45. Takut Berjalan - Stasibasiphobia
46. Takut Berjanji - Enissophobia
47. Takut Berkhotbah - Homilophobia
48. Takut Berlarut - Apeirophobia
49. Takut Bersenggama - Coitophobia
50. Takut Bertanggung Jawab - Hypegiaphobia
51. Takut Binatang - Zoophobia
52. Takut Binatang Liar - Agrizoophobia
53. Takut Binatang Melata - Herpetophobia
54. Takut Bintang - Astrophobia
55. Takut Bintang - Siderophobia
56. Takut Bintang Berekor - Cometophobia
57. Takut Bom Atom - Atomosophobia
58. Takut Boneka - Pediophobia
59. Takut Boneka Bersuara Perut - Automatonophobia
60. Takut Bosan - Xerophobia
61. Takut Botak - Phalacrophobia
62. Takut Buang Air Besar - Rhypophobia
63. Takut Buku - Bibliophobia
64. Takut Bulan - Selenophobia
65. Takut Bulu Ayam - Pteronophobia
66. Takut Bunga - Anthophobia
67. Takut Bunga Es - Pagophobia
68. Takut Bungkuk - Kyphophobia
69. Takut Burung - Ornithophobia
70. Takut Buta - Scotomaphobia
71. Takut Cabut Gigi - Odontophobia
72. Takut Cacing - Helminthophobia
73. Takut Cacing - Scoleciphobia
74. Takut Cacing Pita - Taeniophobia
75. Takut Cacing Pita Babi - Trichinophobia
76. Takut Cahaya - Photophobia
77. Takut Cahaya dari Utara - Auroraphobia
78. Takut Caplak - Phthiriophobia
79. Takut Cemburu - Zelophobia
80. Takut Cermin - Catoptrophobia
81. Takut Cina - Sinophobia
82. Takut Corak Baru - Cainophobia
83. Takut Daerah Perbatasan - Claustrophobia
84. Takut Daging - Carnophobia
85. Takut Dagu - Geniophobia
86. Takut Danau - Limnophobia
87. Takut Darah - Hemaphobia
88. Takut Debu - Amathophobia
89. Takut Debu - Koniophobia
90. Takut Demam - Febriphobia
91. Takut Demam - Fibriophobia
92. Takut Demo - Daemonophobia
93. Takut dengan Seks - Erotophobia
94. Takut Dewa - Zeusophobia
95. Takut Di dalam Rumah - Oikophobia
96. Takut di Ejek - Katagelophobia
97. Takut di Hipnotis - Hynophobia
98. Takut Di pandang - Opthalmophobia
99. Takut Diabaikan - Athazagoraphobia
100. Takut Dibatasi - Merinthophobia
101. Takut Dibenci - Melophobia
102. Takut Dicekik - Pnigophobia
103. Takut Dicuri - Cleptophobia
104. Takut Dihukum - Mastigophobia
105. Takut Dihukum Berat - Rhabdophobia
106. Takut Dikubur Sendirian - Taphephobia
107. Takut Diluar Ruangan - Spacephobia
108. Takut Dingin - Cheimaphobia
109. Takut Dingin - Psychrophobia
110. Takut Dinilai Negatif - Socialphobia
111. Takut Diracun - Toxicophobia
112. Takut Dirampok - Harpaxophobia
113. Takut Disentuh - Aphenphosmphobia
114. Takut Disentuh - Chiraptophobia
115. Takut Disentuh - Haphephobia
116. Takut Disuntik - Trypanophobia
117. Takut Ditatap - Scopophobia
118. Takut Ditertawakan - Catagelophobia
119. Takut Ditinggal Sendiri - Eremophobia
120. Takut Dokter Gigi - Dentophobia
121. Takut Dubur - Proctophobia
122. Takut Duduk - Cathisophobia
123. Takut Duduk - Taasophobia
124. Takut Duduk di Bawah - Kathisophobia
125. Takut Emas - Aurophobia
126. Takut Es Batu - Cryophobia
127. Takut Fenomena Kosmis - Kosmikophobia
128. Takut Filosofi - Philosophobia
129. Takut Gagal - Atychiphobia
130. Takut Gagap - Psellismophobia
131. Takut Gatal - Acarophobia
132. Takut Gatal - Pellagrophobia
133. Takut Gedung Pertunjukan - Theatrophobia
134. Takut Gelap - Achluophobia
135. Takut Gelap - Lygophobia
136. Takut Gelas - Hyelophobia
137. Takut Gelombang - Kymophobia
138. Takut Gembira - Cherophobia
139. Takut Gerakan - Kinetophobia
140. Takut Gereja - Ecclesiophobia
141. Takut Getaran - Tremophobia
142. Takut Gravitasi - Barophobia
143. Takut Guntur - Ceraunophobia
144. Takut Halloween - Samhainophobia
145. Takut Hamil - Tocophobia
146. Takut Hantu - Bogyphobia
147. Takut Hantu - Phasmophobia
148. Takut Hantu - Spectrophobia
149. Takut Hujan - Ombrophobia
150. Takut Hujan - Pluviophobia
151. Takut Hukum - Dikephobia
152. Takut Hukuman - Poinephobia
153. Takut Hutan - Hylophobia
154. Takut Hutan - Xylophobia
155. Takut Hutan di Malam Hari - Nyctophobia
156. Takut Ibu Tiri - Novercaphobia
157. Takut Ide - Ideophobia
158. Takut Ide Baru - Cenophobia
159. Takut Ikan - Ichthyophobia
160. Takut Inggris - Anglophobia
161. Takut Insektisida - Entomophobia
162. Takut Istilah Latin - Hellenologophobia
163. Takut Jadi Gila - Lysssophobia
164. Takut Jadi Homoseks - Homophobia
165. Takut Jahudi - Judeophobia
166. Takut Jalan - Ambulophobia,
167. Takut Jamur - Mycophobia
168. Takut Jarum - Aichmophobia
169. Takut Jatuh - Basiphobia
170. Takut Jatuh Cinta - Philophobia
171. Takut Jelek - Cacophobia
172. Takut Jembatan Penyeberangan - Gephydrophobia
173. Takut Jenggot - Pogonophobia
174. Takut Jenis Kelamin Berbeda - Heterophobia
175. Takut Jepang - Japanophobia
176. Takut Jerman - Germanophobia
177. Takut Jerman - Teutophobia
178. Takut Jomblo - Anuptaphobia
179. Takut Jum’at ke 13 - Paraskavedekatriaphobia
180. Takut Kabut - Homichlophobia
181. Takut Kacang - Arachibutyrophobia
182. Takut Kaget - Hormephobia
183. Takut Kain Lap - Vestiphobia
184. Takut Kain Satin - Satanophobia
185. Takut Kalah - Kakorrhaphiophobia
186. Takut Kanker - Carcinophobia
187. Takut Kanker - Cancerophobia
188. Takut Kata Kata - Logophobia
189. Takut Kata Kata - Verbophobia
190. Takut Kata Panjang - Hippopotomonstroses quippedaliophobia
191. Takut Kata yang Panjang - Sesquipedalophobia
192. Takut Katak - Ranidaphobia
193. Takut Kaya - Plutophobia
194. Takut Ke Sekolah - Didaskaleinophobia
195. Takut Kecelakaan - Dystychiphobia
196. Takut Kedalaman - Bathophobia
197. Takut Kedokter - Iatrophobia
198. Takut Kegelapan - Myctophobia
199. Takut Kegelapan - Scotophobia
200. Takut Kejatuhan Benda - Atephobia
201. Takut Kekacauan - Demophobia
202. Takut Kelahiran - Parturiphobia
203. Takut Kelainan Bentuk - Dysmorphophobia
204. Takut Kelamin Wanita - Eurotophobia
205. Takut Kemajuan - Prosophobia
206. Takut Kembali ke Rumah - Nostophobia
207. Takut Kembung - Anginophobia
208. Takut Kencing - Urophobia
209. Takut Keramaian - Agoraphobia
210. Takut Kerang-Kerangan - Ostraconophobia
211. Takut Kereta Api - Diderodromophobia
212. Takut Keriput - Rhytiphobia
213. Takut Kerja Berlebihan - Ponophobia
214. Takut Kertas - Papyrophobia
215. Takut Kesakitan - Agliophobia
216. Takut Ketinggian - Altophobia
217. Takut Ketinggian - Hypsiphobia
218. Takut Ketularan - Tapinophobia
219. Takut Keturunan - Patroiophobia
220. Takut Kezaliman - Tyrannophobia
221. Takut Kilat - Brontophobia
222. Takut Kodok - Bufonophobia
223. Takut Komputer - Cyberphobia
224. Takut Komputer - Logizomechanophobia
225. Takut Kotor - Automysophobia
226. Takut Kotoran - Myxophobia
227. Takut Kriminal - Peccatophobia
228. Takut Kristal - Crystallophobia
229. Takut Kuburan - Coimetrophobia
230. Takut Kucing - Ailurophobia
231. Takut Kucing - Elurophobia
232. Takut Kucing - Felinophobia
233. Takut Kuda - Equinophobia
234. Takut Kuda - Hippophobia
235. Takut Kulit Binatang - Doraphobia
236. Takut Kuman - Spermatophobia
237. Takut Kunci - Chronomentrophobia
238. Takut Kutu - Pediculophobia
239. Takut Laba Laba - Arachnophobia
240. Takut Laki Laki - Androphobia
241. Takut Laki Laki - Arrhenophobia
242. Takut Lampu Sorot - Selaphobia
243. Takut Laut - Thalassophobia
244. Takut Lawan Jenis - Sexophobia
245. Takut Lebah - Apiphobia
246. Takut Lecet - Amychophobia
247. Takut Lelah - Kopophobia
248. Takut Lembab - Hygrophobia
249. Takut Lengket di Langit Mulut - Arachibutyrophobia
250. Takut Listrik - Enochlophobia
251. Takut Logam - Metallophobia
252. Takut Lompat - Catapedaphobia
253. Takut Luka - Dematophobia
254. Takut Luka - Traumatophobia
255. Takut Lumpuh - Poliosophobia
256. Takut Lumpur - Blennophobia
257. Takut Lutut - Genuphobia
258. Takut Mabuk Udara - Aeronausiphobia
259. Takut Makan - Phagophobia
260. Takut Makan - Sitiophobia
261. Takut Makanan - Cibophobia
262. Takut Makanan - Sitophobia
263. Takut Mal Praktek - Ergasiophobia
264. Takut Malam - Noctiphobia
265. Takut Maling - Scelerophobia
266. Takut Mandek - Ankylophobia
267. Takut Mandi - Ablutophobia
268. Takut Marah - Angrophobia
269. Takut Masak - Mageirocophobia
270. Takut Mata Kabur - Diplophobia
271. Takut Mata Mata - Ommatophobia
272. Takut Matahari - Heliophobia
273. Takut Matahari - Phengophobia
274. Takut Mati - Necrophobia
275. Takut Mati - Thantophobia
276. Takut Melahirkan - Lockiophobia
277. Takut Melahirkan - Maieusiophobia
278. Takut Melarat - Peniaphobi
279. Takut Melihat Massa - Ochlophobia
280. Takut Membelakangi - Dishabiliophobia
281. Takut Membuat Keputusan - Decidophobia
282. Takut Membuat Perubahan - Tropophobia
283. Takut Membuka Satu Mata - Optophobia
284. Takut Membusuk - Seplophobia
285. Takut Menari - Chorophobia
286. Takut Mencium - Philemaphobia
287. Takut Mendengar Kata Tertentu - Onomatophobia
288. Takut Menderita - Panthophobia
289. Takut Menganggur - Domatophobia
290. Takut Mengingat - Mnemophobia
291. Takut Menikah - Gamophobia
292. Takut Menjadi Sakit - Nosemaphobia
293. Takut Menstruasi - Monophobia
294. Takut Menua - Gerascophobia
295. Takut Menulis di Papan - Scriptophobia
296. Takut Menunggu Lama - Macrophobia
297. Takut Menyeberang - Agyrophobia
298. Takut Menyeberang Jalan - Dromophobia
299. Takut Merasa Nyaman - Hedonophobia
300. Takut Mertua - Pentheraphobia
301. Takut Mertua - Soceraphobia
302. Takut Mesin - Mechanophobia
303. Takut Meteor - Meterorophobia
304. Takut Mikroba - Bacillophobia
305. Takut Mikroba - Microbiophobia
306. Takut Milik - Orthophobia
307. Takut Mimisan - Epistaxiophobia
308. Takut Mimpi - Oneirophobia
309. Takut Mimpi Basah - Oneirogmophobia
310. Takut Minum Obat - Pharmacophobia
311. Takut Minuman - Dipsophobia
312. Takut Mitos - Mythophobia
313. Takut Mobil - Motorphobia
314. Takut Monster - Teratophobia
315. Takut Mukanya Merah - Ereuthophobia
316. Takut Mulut Kejang - Tetanophobia
317. Takut Muntahan - Emetophobia
318. Takut Naik Mobil - Ochophobia
319. Takut Naik Pesawat - Aerophobia
320. Takut Naik Pesawat - Aviophobia
321. Takut Nama Nama - Namatophobia
322. Takut Neraka - Hadephobia
323. Takut Neraka - Stigiophobia
324. Takut Ngaca - Eisoptrophobia
325. Takut Ngaceng - Ithypallophobia
326. Takut Ngebut - Tachophobia
327. Takut Ngengat - Mottophobia
328. Takut Noda - Rupophobia
329. Takut Nomer - Numerophobia
330. Takut Nyeri - Algophobia
331. Takut Nyeri - Odynephobia
332. Takut Obat Baru - Neopharmaphobia
333. Takut Ombak - Cymophobia
334. Takut Operasi - Tomophobia
335. Takut Orang Asing - Xenophobia
336. Takut Orang Asing - Xenophobia
337. Takut Orang Botak - Peladophobia
338. Takut Orang Buntung - Apotemnophobia
339. Takut Orang Suci - Hagiophobia
340. Takut Otot Gerak Sendiri - Ataxiophobia
341. Takut Panas - Thermophobia
342. Takut Parasit - Parasitophobia
343. Takut Paus - Papaphobia
344. Takut Pelecehan Seksual - Agraphobia
345. Takut Pelecehan Seksual - Contreltophobia
346. Takut Peluru - Ballistophobia
347. Takut Pembicaraan Dinner - Deipnophobia
348. Takut Pemerkosa - Virginitiphobia
349. Takut Pendapat - Allodoxaphobia
350. Takut ******* - Hierophobia
351. Takut Pengemis - Hobophobia
352. Takut Pengetahuan - Epistemphobia
353. Takut Pengetahuan - Gnosiophobia
354. Takut penis - Phallophobia
355. Takut penis Berdiri - Medorthophobia
356. Takut penis Loyo - Medomalacuphobia
357. Takut Penyakit - Pathophobia
358. Takut Penyimpangan Seks - Paraphobia
359. Takut Peralatan Listrik - Electrophobia
360. Takut Perancis - Francophobia
361. Takut Perjalanan - Hodophobia
362. Takut Perkara Hukum - Liticaphobia
363. Takut Perubahan - Metathesiophobia
364. Takut Petir - Astrapophobia
365. Takut Pikiran - Psychophobia
366. Takut Pin - Balenephobia
367. Takut Pin - Enetophobia
368. Takut Pingsan - Ashenophobia
369. Takut Pohon - Dendrophobia
370. Takut Politikus - Politicophobia
371. Takut Pria - Hominophobia
372. Takut Puisi - Mertophobia
373. Takut Pusaran Air - Dinophobia
374. Takut Rabies - Hydrophobophobia
375. Takut Rabies - Kynophobia
376. Takut Racun - Iophobia
377. Takut Racun - Toxiphobi
378. Takut Rambut - Chaetophobia
379. Takut Rambut - Trichopathophobia
380. Takut Rasa - Geumaphobia
381. Takut Rayap - Isopterophobia
382. Takut Reptil - Batrachophobia
383. Takut Reptil - Herpetophobia
384. Takut Ruang Kosong - Cenophobia
385. Takut Ruangan - Koinoniphobia
386. Takut Ruangan Kosong - Kenophobia
387. Takut Rumah - Ecophobia
388. Takut Rumah Sakit - Nosocomephobia
389. Takut Rusia - Russophobia
390. Takut Sakit Demam - Pyrexiophobia
391. Takut Sakit Diabetes - Diabetophobia
392. Takut Sakit Ginjal - Albuminurophobia
393. Takut Sakit Jantung - Cardiophobia
394. Takut Sakit Jiwa - Dementophobia
395. Takut Sakit Jiwa - Maniaphobia
396. Takut Sakit Kelamin - Cyprianophobia
397. Takut Sakit Kolera - Cholerophobia
398. Takut Sakit Kulit - Dermatophathophobia
399. Takut Sakit Kusta - Leprophobia
400. Takut Sakit Otak - Meningitiophobia
401. Takut Sakit Syphilis - Syphilophobia
402. Takut Sakit Syphillis - Luiphobia
403. Takut Salib - Staurophobia
404. Takut Salju - Chionophobia
405. Takut Sama Gadis - Parthenophobia
406. Takut Sapi Jantan - Taurophobia
407. Takut Saudara - Syngenesophobia
408. Takut Sayuran - Lachanophobia
409. Takut Segala Sesuatu - Polyphobia
410. Takut Segalanya - Panophobia
411. Takut Sekitar Rumah - Eicophobia
412. Takut Sekitar Rumah - Oikophobia
413. Takut Sekolah - Scoionophobia
414. Takut Seks - Genophobia
415. Takut Semangat - Pneumatiphobia
416. Takut Semut - Myrmecophobia
417. Takut Sendiri - Isolophobia
418. Takut Sendirian - Autophobia
419. Takut Sendirian - Monophobia
420. Takut Senjata Api - Hoplophobia
421. Takut Senjata Nuklir - Nucleomituphobia
422. Takut Sepeda - Cyclophobia
423. Takut Serangga - Epistaxiophobia
424. Takut Serangga - Insectophobia
425. Takut Seruling - Aulophobia
426. Takut Sesuatu dari Kiri - Sinistrophobia
427. Takut Sesuatu yang Baru - Kainolophobia
428. Takut Sesuatu yang Baru - Neophobia
429. Takut Sesuatu yang Besar - Megalophobia
430. Takut Sesuatu yang Kecil - Microphobia
431. Takut Silau - Photoaugliaphobia
432. Takut Simbol - Symbolophobia
433. Takut Simetris - Symmetrophobia
434. Takut Sinar X - Radiophobia
435. Takut Situasi yang Menakutkan - Counterphobia
436. Takut Skabies - Scabiophobia
437. Takut Suara - Acousticophobia
438. Takut Suara Keras - Ligyrophobia
439. Takut Suara Telpon - Phonophobia
440. Takut Subuh - Eosophobia
441. Takut Sungai - Potamophobia
442. Takut Surga - Ouranophobia
443. Takut Surga - Uranophobia
444. Takut Susah Be’ol - Coprastasophobia
445. Takut Tabuhan - Spheksophobia
446. Takut *Censored - Coprophobia
447. Takut Takut Anak Anak - Pedophobia
448. Takut Tali - Cnidophobia
449. Takut Tambah Berat - Obesophobia
450. Takut Tambah Berat - Pocrescophobia
451. Takut Tanaman - Batonophobia
452. Takut Tangga - Climacophobia
453. Takut Tanggung Jawab - Paralipophobia
454. Takut Tantangan - Heresyphobia
455. Takut Tawon - Melissophobia
456. Takut TBC - Phthisiophobia
457. Takut TBC - Tuberculophobia
458. Takut Tebing - Cremnophobia
459. Takut Teknologi - Technophobia
460. Takut Tekstur Tertentu - Textophobia
461. Takut Telanjang - Gymnophobia
462. Takut Telanjang - Nudophobia
463. Takut Telpon - Telephophobia
464. Takut Tempat Sempit - Stenophobia
465. Takut Tempat Terbuka - Agoraphobia
466. Takut Tempat Tertentu - Topophobia
467. Takut Tempat Tertutup - Claustrophobia
468. Takut Tempat Tinggi Terbuka - Aeroacrophobia
469. Takut Terbahak - Geliophobia
470. Takut Terbang - Pteromerhanophobia
471. Takut Tergantung pada Orang - Soteriophobia
472. Takut Terkontaminasi Debu - Misophobia
473. Takut Terkunci - Cleisiophobia
474. Takut Tidak Sempurna - Atelophobia
475. Takut Tidak Simetris - Asymmetriphobia
476. Takut Tidur - Clinophobia
477. Takut Tidur - Somniphobia
478. Takut Tikus - Murophobia
479. Takut Tikus - Suriphobia
480. Takut Tikus Besar - Zemmiphobia
481. Takut Tornado - Lilapsophobia
482. Takut Tuhan - Theophobia
483. Takut Tulisan Tangan - Graphophobia
484. Takut Tuma - Verminophobia
485. Takut Uang - Chrematophobia
486. Takut Ujian - Tertaphobia
487. Takut Ular - Ophidiophobia
488. Takut Ular - Snakephobia
489. Takut Upacara Seremonial - Teleophobia
490. Takut Vaksinasi - Vaccinophobia
491. Takut Vertigo - Illyngophobia
492. Takut Waktu - Chronophobia
493. Takut Wangi-Wangian - Osphesiophobia
494. Takut Wanita - Gynephobia
495. Takut Wanita Cantik - Caligynephobia
496. Takut Wanita Cantik - Venustraphobia
497. Takut Wanita Sihir - Vitricophobia
498. Takut Warga - Anthropophobia
499. Takut Warna - Chromatophobia
500. Takut Warna Hitam - Melanophobia
501. Takut Warna Kuning - Xanthophobia
502. Takut Warna Putih - Leukophobia
503. Takut Warna Ungu - Porphyrophobia
504. Takut Wayang - Pupaphobia

bahaya Kecemasan yang datang mendadak

Apakah Anda pernah mendadak merasa berdebar-debar, pusing melayang, tegang pada otot leher belakang kepala, dan terkadang terasa seperti tercekik?
Gangguan panik adalah suatu kecemasan yang ditandai dengan serangan panik berulang yang bersifat mendadak (tidak terduga) sebagai akibat persepsi irasional yang intens atau berlebihan. Penderita seakan terperangkap pada suatu keadaan berbahaya yang luar biasa. Keadaan tersebut menyebabkan ketakutan dan ketidaknyamanan.
Gejala panik dan faktor-faktor yang dapat muncul akibat panik :
Penderita seakan terperangkap pada bahaya yang luar biasa, padahal dalam kenyatannya, bahaya itu tidak ada. Kondisi tersebut menyebabkan ketakutan dan ketidaknyamanan. Penderita akan cenderung menghindari situasi-situasi di mana gejala panik dapat muncul.
Rasa panik dapat muncul sebagai akibat dari :

1. Proses pembelajaran perilaku masa kanak
2. Pengaruh kepribadian perfeksionis
3. Kehidupan yang stres, kehilangan figur yang disayangi (contoh: pasangan, orangtua, dll)
4. Pengalamana masa kecil yang mendapat perlakuan orangtua yang cenderung menuntut, temperamental, mengkritik, terlalu mengatur.

Keadaan-keadaan tersebut kemudian mencetuskan kemarahan dalam bentuk kelemahan fisik, muncul dalam gejala panik.
Gejala panik dapat berbentuk rasa ingin pingsan, takut mati, takut keramaian, berdebar, sesak, ingin buang air kecil atau air besar, pening atau sakit kepala, kebingungan, sulit berkonsentrasi, banyak berkeringat, sulit bicara, sulit beraktifitas, gugup, gemetar, mual dan muntah,nyeri di bagian dada, sulit menelan, mulut terasa kering, lemas, depresi.

Beberapa cara yang dapat menangani panik, antara lain:

1. Mengalihkan perhatian, dengan menghentikan pikiran negatif ketika hal tersebut muncul dan mengalihkannya pada hal-hal yang lebih berguna.
2. Kurangi aktivitas yang dapat menimbulkan terasa panik Anda muncul.
3. Latihan untuk mengelola pernafasan ketika serangan panik muncul kembali.
4. Belajar menghadapi sedikit demi sedikit kejadian-kejadian yang dapat membuat Anda merasa panik. Jangan menghindarinya terus menerus.
5. Lemaskan ketegangan otot dan pikiran dengan melakukan meditasi, relaksasi, dan sebagainya.
6. Menerima diri apa adanya.
7. Melepaskan ketegangan pikiran ke dalam suatu catatan (diary).
8. Membina hubungan pertemanan dan berkomunikasi yang baik dengan keluarga dan sesama mengenai hal-hal yang tidak nyaman.
9. Mencari bantuan kepada dokter, psikiater,untuk memperoleh solusi dari ketidaknyamanan yang dialami

Semoga bermanfaat...

Nyeri tubuh di bagian mana saja yang bisa menjadi indikasi awal serangan jantung?

Selama ini masih banyak orang yang menganggap enteng gejala-gejala serangan jantung yang menyerang. Umumnya, yang banyak orang tahu, salah satu indikasi hanya sakit di dada bagian kiri. Tapi, tahukah Anda, ternyata gejala serangan jantung bukan hanya bagian tubuh itu saja yang diserang.

Nyeri tubuh, semacam maag, ulu hati yang sakit, nyeri atau pegal-pegal di bagian tulang belakang juga dapat menjadi indikasi serangan jantung. Bahkan, ada pula yang gejalanya mirip masuk angin.

"Hati-hati, pada kondisi itu sudah pada indikasi awal serangan jantung. Pada keadaan ini sudah terjadi penyempitan otot jantung yang tersumbat karena ada faktor yang tidak bisa dimodifikasi seperti usia, gender, punya riwayat penyakit jantung, atau menopause," ujar dr. Sally Aman Nasution, dokter spesialisasi penyakit jantung dari Divisi Kardiologi Dept. Penyakit Dalam, FKUI.

Yang bisa dimodifikasi itu pola hidup yang tidak sehat, banyak merokok, kurang tidur, minum kopi, atau minuman stamina. Dari situlah jantung tidak memompa darah tidak sempurna, dan kondisi itu juga mengganggu syaraf-syaraf yang lain. Efek nyeri pun muncul di bagian tubuh tersebut.

Tapi, perlu juga diingat, kalau serangan jantung pertama dialami adalah periode emas. Ketika serangan pertama terjadi, dalam waktu satu jam setelah itu masih bisa disembuhkan dengan cepat. "Tapi, sayangnya tidak semua orang bisa mengetahui dan melakukan tindakan," ujar dr. Sally.

Tapi, yang paling penting, jangan sepelekan tiap nyeri yang Anda alami. Terutama jika nyeri tersebut berlangsung terus menerus dan di bagian tubuh yang sama. • VIVAnews

Thursday, August 20, 2009

Tips Sehat Minum Air Putih

1. Memperlancar Sistem Pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.

2. Air Putih Membantu Memperlambat Tumbuhnya Zat-Zat Penyebab Kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati.
Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.

3. Perawatan Kecantikan
Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh pun harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 - 10 gelas sehari.

4. Untuk Kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.
Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus.
Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak. Nah, buat yang malas mandi pagi atau bahkan malas mandi harus mulai dirubah tuh kebiasaannya…

5. Menyehatkan Jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dan penyakit kewanitaan. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.

6. Sebagai Obat Stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan.
Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran. Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.

7. Efek Relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika memilik shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Konon, shower juga menghasilkan ion negatif.

8. Menguruskan Badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.

9. Tubuh Lebih Bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.

10. Penyeimbang tubuh.
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 - 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.

Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 - 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 - 90 % bobot tinja atau sekitar 50 - 60 ml air sehari.
Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara di sekitarnya.

Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.
Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!
Jika berada di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu

Timun VS Sate Dan Kanker

Anda penggemar sate agaknya layak untuk mempertimbangkan anjuran ini :
Makanlah timun setelah memakan sate. Anjuran ini bukan semata-mata untuk kepentingan mulut. Namun, demi kesehatan tubuh. Mengapa?
Mengonsumsi makanan khas Indonesia, dengan penggemar dari anak-anak hingga orang dewasa ini, tiap hari dapat mengakibatkan kanker. Pasalnya, daging ayam atau kambing yang gosong mengandung senyawa nitrosamin yang diklaim sebagai salah satu penyebab kanker (karsinogenik).


Sebaliknya, berbagai macam sayur dikatakan bersifat preventif sebagai antikanker. Orang yang banyak mengonsumsi sayur dan buah biasanya lebih sehat, dengan faktor risiko penyakit degeneratif atau kanker lebih kecil dibandingkan dengan orang yang kurang mengonsumsi sayur dan buah. Teliti punya teliti, ternyata kandungan antioksidan dalam sayur dan buah itulah yang dapat mencegah terjadinya kanker.
Licopene dalam tomat misalnya, merupakan senyawa antioksidan kuat yang dapat melawan radikal bebas penyebab penyakit degeneratif atau kanker. Mekanisme proteksi licopene belum jelas, tetapi secara umum dengan menjaga kerusakan oksidatif.
Suatu penelitian pada hewan dilakukan dengan memberikan lycopene 0,2 mg dalam 0,2 ml minyak zaitun tiga kali sehari selama periode pertumbuhan tumor pada paru-paru. Hasilnya, pada mencit yang diberi lycopene terjadi penurunan jumlah tumor dibandingkan dengan mencit kontrol.


Bagaimana dengan timun ?
Buah tanaman bernama latin Cucumis sativus L ini mengandung saponin, enzim proteolitik, glutation. Timun dikatakan juga mengandung 35.100 - 486.700 ppm asam linoleat. Sebagai suku Cucurbitaceae, yang biasanya mengandung kukurbitasin, timun kemungkinan juga mengandung senyawa tersebut. Kukurbitasin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antitumor.
Saponin adalah senyawa surfaktan. Dan berbagai hasil penelitian disimpulkan, saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, dan antikarsinogenik. Mekanisme antikoarsinigenik saponin meliputi efek antioksidan dan sitotoksik langsung pada sel kanker. Saponin dari kedelai merupakan sumber makanan yang sudah diteliti dapat menurunkan risiko kanker.
Glutation merupakan antioksidan endogen dalam tubuh yang digunakan sebagai penangkal oksidatif yang di antaranya akibat senyawa radikal bebas, atau karsinogen. Sifat oksidatif dari glutation adalah glutation mampu melakukan peroksidasi terhadap radikal bebas dalam tubuh. Tumbuhan yang mengandung sulfur seperti bawang putih, mampu meningkatkan aktivitas glutation dan glutation transferase.
Asam linoleat termasuk asam lemak esensial yang terdapat dalam lemak nabati maupun hewani. Bentuk asam lemak linoleat terkonyugasi (conjugated linoleic acid=CLA) dikatakan bersifat antikanker. Dari sumber elektronik diketahui bahwa biji ketimun mengandung CLA. CLA bersifat antioksidan, yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas.
Hasil penelitian yang dilakukan di Food Research Institut, Departement of Food Microbiology, University of Winconsin-Madison menyatakan, CLA dapat menghambat terjadinya karsinogenesis dan aterosklerosis, mengurangi lemak tubuh, dan menstimulasi pertumbuhan tikus muda. Dari tanaman, kandungan CLA banyak terdapat dalam biji bunga matahari dan biji kedelai.
Pada prinsipnya suatu antioksidan dapat bekerja sebagai antikarsinogenik dengan cara menurunkan tingkat stres oksidatif. Stres oksidatif adalah keadaan dimana radikal bebas oksigen dibentuk dalam jumlah sangat banyak sehingga tubuh tidak mampu lagi meniadakan efeknya dan timbul kerusakan jaringan.
Nah, karena timun beserta bijinya kaya akan senyawa antioksidan, maka ia bisa berperan dalam menangkal terjadinya penyakit kanker atau penyakit degeneratif. (DS.com)

Bugar di Bulan Ramadhan, Ibadah Puasa pun Aman

Bugar di Bulan Ramadhan, Ibadah Puasa pun Aman
”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertaqwa,” Demikianlah seruan ALLAH dalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183. Seruan berpuasa tersebut tidak ditujukan pada setiap orang, melainkan hanya kepada orang-orang yang beriman. Tujuannya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada ALLAH SWT. Orang yang merasa beriman akan tergerak hatinya memenuhi seruan ALLAH tersebut, untuk berpuasa. Bisa dikatakan bulan Puasa adalah bulan yang istimewa bagi orang-orang special atau the Special One.

Agar tetap menjadi hambaNya yang istimewa (special one), yang selalu tergerak untuk memenuhi perintah atau seruan ALLAH SWT dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sudah selayaknya kita mempersiapkan diri kita untuk tetap prima, sehat dan bugar, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Sebab selama bulan Puasa, ibadah kita tidak hanya berpuasa, tidak makan dan minum, menahan segala nafsu, sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Justru selama bulan Puasa Ramadhan, aktifitas kita bertambah. Selain aktifitas keseharian kita seperti bekerja sesuai profesi kita, sholat lima waktu dan sebagainya, ditambah oleh aktifitas ibadah sholat tarawih, meningkatkan frekwensi baca dan pemahaman ayat-ayat suci Al qur’an serta aktifitas makan sahur menjelang subuh. Sementara asupan gizi dan protein selama siang dihentikan.

Diakui atau tidak, lambat laun hal ini akan membuat tubuh kita, jika tidak pandai menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, menjadi lemah dan lesu. Mungkin diawal-awal puasa seperti minggu pertama dan minggu kedua, tubuh kita masih energik. Namun memasuki minggu ketiga dan keempat? Stamina terasa menyusut. Padahal...kewajiban puasa itu bukan hanya dua minggu melainkan selama satu bulan Ramadhan penuh, baik 29 maupun 30 hari. Tapi, ALLAH SWT maha tahu kondisi tubuh kita. Puasa Ramadan tidak boleh lebih dari 31 hari. Hari raya idul fitri, diharamkan berpuasa.

Untuk dapat menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, kita perlu menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Salah satu cara menjaga kesehatan dan stamina tubuh selain memafaatkan waktu istirahat yang tersisa di antara berbagai aktifitas ibadah, cara lainnya adalah memenuhi kebutuhan tubuh kita dengan berbagai macam protein, gizi dan zat-zat lain yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B8 dan B12, vitamin C dan sebagainya. Cara yang terbaik untuk mendapatkan asupan makanan dan protein serta vitamin tersebut adalah dengan mengkonsumsi segala sesuatu yang bersifat alami seperti nasi, umbi-umbian, sayur-sayuran beserta buah-buahan yang segar serta susu, ikan dan lemak. Namun, mengingat waktu yang terbatas... terkadang kita tidak dapat mengkonsumsi yang serba alami tersebut. Untuk menyiasatinya agar tubuh kita tetap sehat dan stamina terus terjaga kita aman untuk berpuasa, maka tidak ada salahnya kita mengkonsumsi makanan dan minuman suplemen seperti minuman energi yang mengandung semua zat dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi jangan sembarangan mengkonsumsi makanan suplemen atau minuman energi. Melainkan hanya memilih atau mengkonsumsi makanan dan minuman energi, yang produk dan kualitasnya terdaftar dan cukup ketat diawasi oleh Badan Pengawasan Obat dan makanan. Salah satunya seperti teman saya yang selalu mengkonsumsi EJ.

Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang bulan suci Ramadhan. Selamat datang bulan penuh pengampunan Selamat menjalankan ibadah puasa, bagi saudara-saudaraku yang beriman.